Saya ini gay atau bukan? Suatu saat, bisa berubah kan? Kalau sudah pernah berhubungan seks dengan sesaama jenis, berarti saya homoseksual? Saya rasa saya biseksual karena saya pacaran sama cewek, tapi saya juga suka sama cowok. Sepertinya, banyak sobat bronis yang punya pertanyaan dan pernyataan seperti itu. Fase remaja memang fase dimana kita mempertanyakan dan penasaran akan banyak hal. Maka, remaja itu sering mengeksplorasi dan bereksperimen dengan berbagai hal. Untuk itu, saat sedang mencari tahu tentang orientasi seksual sobat bronis, ketahuilah hal berikut.
Canadian Pediatric Societymenjelaskan bahwa orientasi seksual itu bukan diagnosis, melainkan ketertarikan fisik dan psikis kepada seseorang yang bisa jadi sama atau berbeda jenis kelamin. Namun, melakukan kegiatan yang mengarah pada keintiman, seperti berpegangan tangan, hingga kegiatan seksual tidak menjadi ukuran dalam menilai orientasi seksual. Jadi, yang ditekankan adalah ketertarikannya.  Seseorang bisa tertarik dengan orang yang berjenis kelamin sama, tapi melakukan kegiatan yang intim dengan orang yang berjenis kelamin berbeda.
Gunakan waktu sobat bronis untuk mengenali ketertarikan sobat bronis, tapi jangan gunakan waktu tersebut untuk menghakimi siapa pun, terutama diri sendiri, atas dasar orientasi seksualnya. Kalau sobat bronis menemukan diri sobat bronis atau teman-teman sobat bronis memiliki ketertarikan kepada orang yang berjenis kelamin sama, ingatlah bahwa homoseksual bukan merupakan kelainan atau gangguan jiwa. American Psychiatric Associationtelah menghapusnya sejak lama.
Selamat bereksplorasi dan hati-hati!

(Ditulis oleh Satrio Nindyo Istiko. Mau ngobrol tentang film-film LGBT? Silakan mampir ke The Outsider di www.outsideroutsider.com)

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.