Sobat bronis, pasti pernah dong nonton Steam Room Stories di Youtube? Episode komedi pendek yang dirilis setiap dua minggu ini mempertayangkan cowok-cowok yang hobby nge-gym (asumsi dari badan-badan hot mereka) yang lagi ngobrolin hal-hal yang berbau maskulinitas.

Topik yang mereka bincangkan pasti nancep banget di kalangan gay men tetapi didekati secara humor dan cerdas. Inspirasi dari serial komedi ini pastinya dari suasana steam room di berbagai gym yang sering dijadikan tempat post-workout nongkrong. Tapi apakah benar ngobrol ngakak nggak karuan ini terjadi di steam room dan sauna gym Indonesia ?

Sehabis membakar kalori di atas treadmill atau menge-pump muscle menjadi MUSCLE, pastinya enak kalo bersantai di sauna atau steam room yang sudah disediakan di berbagai lifestyle and hotel gym seperti Fitness First, Celebrity Fitness, Gold’s Gym dan sebagainya. Sauna yang menggunakan dry heat bisa melebarkan pori-pori kulit untuk mengeluarkan air keringat lebih banyak, yang tentunya membuat kita menjadi lebih bugar. Steam room yang mengeluarkan banyak embun juga bisa membulatkan kembali pori-pori tubuh seperti semula. Jika keduanya dipakai secara secukupnya, tubuh yang sudah disuruh bekerja keras mengangkat barbell pun akan terasa lebih nyaman. Itulah rahasia kedua ruangan tersebut yang tidak asing lagi ditemukan di kamar ganti gym dan fitness center.

Namun sering kali juga kita mendengar gosip adanya member yang dikeluarkan karena tertangkap basah melakukan tindakan tidak pantas. Yang justru sering kali melibatkan aktivitas seksual. Penggunaan kedua fasilitas tersebut menjadi kurang sesuai. Salah gak sih ?

Sauna dan steam room itu merupakan tempat umum yang digunakan oleh seluruh member gym. Melakukan hubungan seksual atau mungkin sekedar quicky di tempat umum memang merupakan sebuah fetish. Dengan adanya faktor tertangkap di ruang publik, membuat pengalaman bercumbu mesra menjadi lebih seru dan selayaknya sebuah fetish, jika dilakukan secara sehat, tentu saja boleh. Tetapi ada keterbatasan sendiri yang kita harus perhatikan sebaik-baiknya.

1.    Make sure he’s interested in you !  Pastikan kalau si dia memiliki keinginan yang sama. Tidak semua orang yang menggunakan fasilitas steam room dan sauna adalah gay dan tidak semua gay men ingin melakukan hubungan intim di dalamnya. Inilah waktunya untuk kita mempraktekkan gaydar kita dan jika tidak pasti, mungkin lebih baik untuk tidak dilanjutkan. Contoh-contoh dari orang yang ingin melakukan hanky panky itu seperti sering mondar-mandir, lama di dalam ruangan ataupun memakai handuk yang diturunkan. Cobalah untuk memperhatikan si dia lebih lama dan setelah saling ber-eye contact, ada kemungkinan si dia juga mau. Jika kalian sudah setuju, barulah mengambil langkah selanjutnya. Akan tetapi harus diperhatikan juga bahwa menggunakan steam room dan sauna terlalu lama tidak baik untuk kesehatan. Uap dan panas yang berlebihan bisa membuat lubang dan rongga pernafasan kita tersumbat dengan air yang bisa mengakibatkan keadaan kritis. Jadi selain memperhatikan si dia, berhati-hati lah jika menggunakan kedua fasilitas tersebut.

2.    Make sure it is safe !  Aman disini ada dua arti. Satu adalah aman yang berarti tidak ada orang lain lagi di sekitar kita. Hindari waktu-waktu padat seperti pulang kerja atau jam makan siang. Mendekati orang yang salah hanya bisa merugikan diri sendiri, bisa-bisa menjadi perdebatan dan membership diterminasi. Ini juga berdampak negatif terhadap komunitas LGBTIQ dan untuk pihak lainnya, bisa menimbulkan trauma. Kedua, safe sex. Pakailah kondom atau hindari blowjob dan penetrasi. Lakukanlah foreplay terlebih dahulu dan jika cocok, tukarlah nomor WhatsApp atau pin BB. Jadikanlah kesempatan ini untuk berkenalan dengan sesama melalui cara yang sehat.

Lanjutkanlah kebutuhan seksual di tempat yang lebih private,  tentunya akan lebih tenang dan tidak membuat jantung deg-degan. Berkenalan seperti ini pun bisa dilanjutkan manjadi gym buddy.
Sebagaimana adanya etika di ruang publik, maka kita sebagai pengguna fasilitas steam room dan sauna pun harus memiliki sikap toleransi. Perlu juga sobat bronis ketahui bahwa banyak pengguna fasilitas di sekitar kita dan semua orang memiliki preferensi yang berbeda. Melakukan hanky panky di tempat dimana banyak pengguna hanya ditutupi handuk memang pastinya seru dan mendebarkan. Tetapi janganlah egois, pertimbangkan situasi dengan teliti. Seperti para hunks di Steam Room Stories, jadikanlah sauna dan steam room  gym menjadi tempat dimana kita bisa bersantai dan berteman serta merangkai cerita seru untuk di-share dengan yang lain.         

Oleh Kelvin Atmadibrata

3 Response Comments

  • Anonymous  November 23, 2015 at 1:15 pm

    Homooo toloool

    Reply
  • Anonymous  November 23, 2015 at 1:16 pm

    Dr pada jadi homo mending matiii aja lo,.. jaman skarang makin bnyak banci kaleng!! Termasuk yg buat blog ini.

    Reply

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.