Hi Sobat Bronis, pernah kepikiran gak sih, kalau ternyata homoseksual itu adalah budaya barat, Sementara kita sendiri punya anggapan bahwa di Indonesia menganut budaya ketimuran.

Kalau dipikir-pikir dari ujung ke ujung ya !
Banyak loh diantara kita, komunitas LGBT yang tidak mau membahas apalagi mengait-ngaitkan agama (hal-hal yang berkaitan dengan keyakinan seseorang) dengan homoseksual, karena banyak faktor, takut lah, dosa lah, menyimpang lah dan lain-lain.

Kali ini Brondongmanis.com akan mencoba sedikit membahas tentang dua hal yang masih dianggap sulit untuk dikaitkan, Islam dan Homoseksual. Mungkin berat ya bahasanya, tenang Sobat Bronis, kita akan belajar bersama-sama dan menyampaikannya juga secara ringan aja.
Homoseksual sebagai Budaya Barat? Benar tidak tuh!..

Pesantren merupakan salah satu bentuk perwujudan dari model kelembagaan agama Islam yang tidak memiliki hubungan langsung dengan budaya barat. Maka nyaris tidak ada karya orang barat yang disentuh dalam dunia pesantren, tetapi justru aktivitas homoseksual bisa kita jumpai di dalam pesantren.

Di lingkungan pesantren sendiri, orang-orang dengan orientasi homoseksual sudah pasti dihujat, baik oleh sesama laki-laki maupun sesama perempuan. Sebagian orang berkata bahwa homoseksual tidak mengenal agama. Namun faktanya menunjukkan, aktivitas homoseksual di pesantren adalah dilakukan oleh orang-orang yang mengerti dan paham atas agama.
Bagaimana Islam berbicara Homoseksual?

Sobat Bronis, dalam Al Qur’an, jenis kelamin manusia ada dua; Laki-laki dan Perempuan. Sementara dalam Hadist, terdapat satu penambahan yaitu “Khuntsa.” Yakni orang yang memiliki dua alat kelamin (baca: Interseks).

Di dalam Al Qur’an menyebutkan, “Ghair Ulil Irbah Min Al Rijal”. Yakni seorang laki-laki yang tidak memiliki hasrat seksual kepada perempuan, tingkahnya persis seperti perempuan (cenderung feminim), orang ini disebut oleh nabi sebagai “Mukhannats,”  sementara dalam Hadits ditambah “Mutarajjilat.” Yakni perempuan yang tidak memiliki hasrat kepada lawan jenis.

Dalam Islam, orang yang tidak memiliki hasrat seksual kepada lawan jenisnya terbagi menjadi dua; “Minkhilgah” (Given), atau “Bi Ghair Khilgah” (Constructed).  Sedangkan dalam Al Qur’an (QS; Al-Hajj:5), penciptaan manusia terjadi dalam dua hal; “Mukhallagah,” bahwa tidak semua manusia diciptakan sama persis dengan manusia yang lain.

Homoseksual dalam konteks ini termasuk dalam “Ghair Mukhallagah.” Hal ini ada hubungannya dengan masalah kromosom. Sedangkan hubungan seksual dalam Islam diantaranya; “Al Jima’,” Yakni memasukkan penis ke dalam vagina, “Al Liwath,” yakni memasukkan penis ke dalam anus, “Al Sihaq,” yakni menggosok-gosokkan vagina ke tulang pinggul sesama perempuan dan “Al Fakhdain,” yaitu menggesek-gesekkan penis diantara lipatan paha. Sehingga Liwath dan Homoseksual bukan merupakan dalam satu pengertian yang sama.

Liwath, diambil dari kisah nabi Luth, dimana sebagian besar umat Nabi Luth melakukan hubungan seksual sejenis dalam bentuk pemerkosaan dan terbilang keji (Fakhsyah). Sementara untuk orang-orang yang memiliki orientasi homoseksual melakukan hubungan seksual-nya dengan cinta dan kasih sayang, maka Liwath tidak sama dengan homoseksual dan hukumnya tidak bisa disamakan dengan Liwath.

Yang perlu ditegaskan, di dalam Islam tidak ada hubungan seksual yang tidak haram, kecuali setelah melewati proses pernikahan. Sedikit informasi, Umar, seorang sahabat Nabi pernah juga melakukan anal seks dengan istrinya (lihat di tafsir Al Thabari).

Nah, gimana Sobat Bronis. Masih ragu dengan Identitas Seksualmu terkait dengan keimanan? Ketidak-normalan tidak diukur dari Orientasi seksual seseorang melainkan oleh kepura-puraan atas diri sendiri, jangan menjadi Homoseksual kalau memang Heteroseksual, begitupun sebaliknya jangan menjadi Heteroseksual kalau memang Homoseksual. Jadilah Homoseksual yang baik dan sejati tanpa harus takut dihantui rasa bersalah.
Sumber: Abdul Muiz Ghazali – Dalam persfektif iman normatif

Oleh Lutfi Hendsob

10 Response Comments

  • Molan  October 5, 2014 at 12:53 pm

    Saya suka dengan postingan kali ini. Tidak banyak postingan yang mengungkapkan homoseksualitas dalam sudut pandang agama, terlebih lagi Islam yang dimana kita tau sendiri mayoritas umatnya sangat sensitif dan enggan berurusan dengan hal yang demikian.
    Namun ada baiknya apabila bisa mencantumkan bukti foto dari halaman buku Perspektif Iman Normatif karya Abdul Muiz Ghazali mengingat kita tidak banyak yang mengetahui buku tersebut. Karena saya pernah membaca kajian dari Prof. Quraish Shibab dimana beliau jg membuktikan kajiannya dengan memfoto halaman buku yg menjadi sumbernya. Terima kasih. :*

    Reply
  • Anonymous  November 12, 2014 at 12:15 pm

    Keren bahasannya,salut bwt admin bronis.
    Ringan namun mendalam…
    Sukses teruz bronis 🙂
    Salam kevin

    Reply
  • Anonymous  November 17, 2014 at 2:40 pm

    Jangan telen opini orang mentah2 be smart gays

    Reply
  • Anonymous  May 5, 2015 at 8:34 am

    Parah nih yg ngshare

    Reply
  • Anonymous  May 6, 2015 at 11:35 am

    Asslamualaikum.wr.wb. Bismillahirrohmaanirrohim…
    Smoga berkenan sahabat semuanya…

    Tidak diragukan lagi bahwa Al-Qur’an adalah kitab paling jelas penjelasannya, paling lengkap keterangannya dan paling sempurna isinya, di dalamnya Allah Ta’ala kisahkan tentang umat-umat terdahulu yg Alloh binasakan karena kedurhakaan mereka kepada Allah Ta’ala, tidak luput pula Alloh jabarkan di dalam Al-Qur’an tentang kisah suatu kaum yg Allah binasakan. Alloh menjungkir balikan mereka di atas bumi kemudian Alloh hujani mereka dengan hujan batu, Allah Ta’ala benar-benar membinasakan mereka. Apakah sebabnya sehingga mereka mendapatkan azab seperti itu?

    Allah –Ta’ala berkata dalam surat Al-A’raf ayat 81:
    “Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melampiaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, bahkan kamu ini adalah kaum yang melampaui batas”.

    Jelas dalam surat Al-A’raf ayat 80:
    “Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?”. Liwath(penyuka sesama jenis) merupakan dosa yang paling besar dan lebih keji dari pada zina.

    Bahaya dan penyakit tersebut dalam pandangan kedokteran ialah:
    1. Membiarkan manusia bebas dalam melampiaskan hasrat seksualnya demi memuaskan nafsu syhwatnya, tak salah lagi akan berdampak pada bahaya yang mengancam kesehatan individu.
    2. Perbuatan keji (zina, homoseksual, lesbi, ataupun berganti-ganti pasangan) adalah salah satu faktor yang berkemungkinan akan menyebabkan seseorang terjangkit penyakit-penyakit kelamin atau dalam bahasa biologis disebut venereal, yang faktor-faktor penyebarannya yang paling utama berupa penyakit sipilis, gonorrhea, dan AIDS.
    3. Perlu kita ketahui bahwa homoseksual atau lesbi lebih parah bahayanya dibandingkan dengan zina. Pelaku yang biasanya melakukan homoseksual dan lesbi memiliki kecenderungan seksual yang menyimpang. Ia tak berhasrat menggauli lawan jenisnya (istrinya), bahkan berani untuk tidak menikah dan menggugat cerai (bila yang sudah menikah) pasangannya. Atau jika tidak menceraikannya pelaku homoseksual lebih suka mempraktikan senggama dengan cara anal seks. Orang yang melakukan praktik anal seks atau yang disodomi, lubang anusnya akan melebar dan mengendur. Ia akan menderita susah buang air besar dan terkadang bisa berdampak pada perubahan psikologis.
    4. Maraknya praktik hubungan seks dengan cara yang haram dan mudahnya untuk bisa melakukan hal itu, akan membuat generasi muda enggan menikah.

    Penanggulangan homoseks/ lesbian dan penyembuhannya:
    1. Menanamkan akidah shahihah pada semua anggota masyarakat karena ia merupakan benteng yang aman dan pelindung dari ketergelinciran dan penyelewengan.
    2. Memperbanyak halaqah (majlis pengajian) menghafal Al-Qur’an khususnya pada anak-anak dan remaja
    3. Memperhatikan pendidikan anak-ank muda dan mengisi waktu kosong mereka dengan hal-hal yang bermanfaat bagi mereka dan tanah air mereka.
    4. Menjadikan penjara sebagai madrasah untuk pendidikan, perbaikan narapidana, serta meluruskan akhlaq mereka dengan pendidikan Islam yang benar
    5. Mengkhususkan khutbah (ceramah) untuk para pemuda yang memperingatkan mereka dari bahaya dan dampak buruk homoseksual
    6. Menasehati para pemuda di kompleks-kompleks terdekat dan memberikan buku-buku bacaan Islam yang bisa menguatkan hubungan mereka denan Allah
    7. Menghilangkan sarana berkumpulnya para pemuda tempat mereka melakukan kemasiatan

    Kita berdo’a semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kekuatan kepada kita dan anak keturunan kita agar tidak terjrumus dalam gelimang dosa yang penuh kekejian ini dan memberikan hidayah kepada mereka yang telah terlanjur untuk kembali kepada keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala dari Lumpur dosa ini.

    Allah Al-Musta’an. Wallahu a’lam

    Reply
  • Izumi Bertus  July 19, 2015 at 2:09 pm

    Postingan yang menarik, kalo boleh dikaji lagi sebetulnya lebih mencoba mendalami akar kontroversi antara agama dan Homoseksual. Yang terjadi adalah rata2 "pemeluk" agama samawi meyakini berdasarkan kisah kaum sodom,( tindakan anak seks) tanpa meninjau mengapa adanya anak seks atau yg tadi dijelaskan dalam kekerasan/pemaksaan anak seks.. Semoga terus dikembangkan tulisan ini 🙂

    Reply
  • Unknown  December 27, 2015 at 12:48 pm

    Siapa bilang homo itu dari negara barat,homo itu sdh ada dari zaman nabi luth. Ayat dan hadistnya mengartikannya melenceng. Wah postingannya berkepentingan dan postingan pembelaan. Bahaya menyesatkan. Jelas islam melarang. Cb tlng di kaji lagi ya guys jgn mentah2 ditrima.Trimkasih

    Reply

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.