Masih dalam rangkaian agenda Kompetisi Nasional Dialog Muda, GWL-Muda, Hivos, dan Pamflet menyelenggarakan Youth Talkshow 2015. Bertempat di Artotel Thamrin, Jakarta pada Sabtu, 30 Mei 2015. Acara ini dihadiri oleh sekitar 50 anak muda yang berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, komunitas, dan identitas seksual.

Sasaran dari kegiatan ini adalah anak muda berusia 15-24 tahun, terutama mereka yang masih kurang paham dengan isu seksualitas. Kita sendiri tahu kalau isu ini masih dianggap tabu untuk diperbincangkan. Untuk itu, Youth Talkshow mengundang pembicara-pembicara ahli dengan perspektif keberagaman yang dikemas dalam 2 sesi utama. Peserta pun bebas bertanya mengenai hal-hal yang belum jelas terkait dengan tema diskusinya.

Kegiatan diawali oleh sambutan Tazia dari Hivos, selaku Koordinator Nasional Dialog Muda. Dalam sambutan ini dijelaskan tentang latar belakang diselenggarakannya acara Youth Talkshow sebagai rangkaian dari kegiatan Kompetisi Nasional Dialog Muda 2015. Selanjutnya adalah sambutan dari staf Kemenpora selaku stakeholder yang diundang untuk mendengarkan suara anak muda dalam diskusi tersebut. Kegitan pun dilanjutkan dengan pemutaran film “Silent” garapan Sidi Saleh, yaitu film yang diadaptasi dari karya terpilih pada Kompetisi Dialog Muda Tahun 2014.

Sesi diskusi pertama pun dimulai. Sesi ini bertemakan Sexual Rights and Diversity. Sesi ini dimoderatori oleh Tunggal Pawestri dari Hivos. Narasumber untuk sesi ini adalah Ayu Regina Yolandasari, Steven Suleeman, dan Guntur Romli. Dalam sesi ini, narasumber membawakan paparan singkat tentang SOGIEB dan perpektif agama Islam dan Katholik. Peserta sangat antusias dalam sesi ini, terutama mereka-mereka yang masih belum memiliki pemahaman tentang homoseksual. Sesi ini diakhiri dengan break makan siang.

Setelah break selama 45 menit, peserta kembali masuk ke dalam ruangan untuk mengikuti sesi berikutnya. Acara dilanjutkan dengan pemutaran film pendek “Selamat Menempuh Hidup Baru” karya Dinda Kanya Dewi. Film ini menjadi pengantar untuk sesi berikutnya, yaitu Sexual Risk Behavior. Moderator di sesi ini adalah Dyana Savina Hutadjulu, dengan narasumber Kartika Jahja, Ayu Oktarina, dan KH. Maman Imanul Haq. Sesi ini berbicara tentang kekerasan seksual dan beberapa perilaku seksual berisiko. Isu HIV pun kembali muncul. Peserta juga masih seantusias sesi sebelumnya. Karena moderator dan narasumber dapat mengemas diskusi secara santai dan mengupas dengan gamblang hal-hal yang masih dianggap tabu.

20 besar pemenang Kompetisi Kreatif Dialog Muda 2015

Sesi dilanjutkan dengan testimoni dari beberapa juri Dialog Muda yang hadir. Dari 28 juri, hanya 3 orang yang hadir pada Youth Talkshow, yaitu Adhitya Dwi Prananta, Andi Gunawan, dan Dyana Savina Hutadjulu. Menurut mereka, perlu ada wadah seperti Dialog Muda agar anak muda mampu menyuarakan perspektif mereka. Selanjutnya adalah acara yang paling ditunggu-tunggu, yaitu penyerahan sertifikat bagi 20 besar pemenang dan hadiah bagi 1 pemenang karya adaptasi film dan 3 pemenang utama. Acara ditutup dengan penampilan dari Classmate Journal yang menghibur seluruh peserta.

Oleh: Abhipraya Ardiansyah

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.