Mencolok banget sih liat tiga huruf besar “C O T” ada di sampul bukunya. Sok-sok misterius gimana gitu, hahaha. Tapi jadi lebih menarik nih pas ngelirik tulisan yang ada dibawah judul utama, “confessions of a trans-dodol-ic”. Pengakuan “trans-dodol”? Atau lebih tepatnya curhatan trans-dodol kali ya… Atau lebih cucoknya rumpi-an trans-dodol kali ah… Oke, forget it. Whatever the title was, it’s still mysterious. 

Dari judulnya sih emang bikin penasaran buat orang-orang yang pertama kali baca. Pasti ngajak yang baca kepo, terutama karena pengen tau apa sih arti dari “trans-dodol”. Waktu gue iseng ngebalikkin buku ini ke sampul bagian belakang, gue baca sebuah kutipan tulisan yang sangat menarik. Apa yaaa? Coba deh baca sendiri biar nggak penasaran. Tapi, dahsyatnya ini penulis, lagi-lagi pembaca bakal dibikin penasaran tentang isi buku ini. Menurut gue, kita sebagai pembaca bakal ngeliat gimana seorang transman menceritakan metamorfosa kehidupannya, terutama masa lalunya. (cieeee…)

Nah, buku COT ini adalah sebuah mahakarya cucok rumpi penulisnya, Erky. Erky membuang-buang waktunya dengan penuh suka cita buat nulis sendiri kisah hidupnya yang ‘dodol’. Menurut gue, masih sangat bisa dihitung jari sih seorang transgender itu sendiri yang menuliskan kisah hidupnya (bahkan sampai dijadiin buku!) untuk bisa dijadiin bahan inspirasi atau pelajaran buat pembacanya. Erky jago sih merangkai banyak kata yang bikin gue kebawa mesin waktu ke cerita masa lampaunya doi (cie elaaah). Gue sebagai orang awam sadar banget kalau hidup dengan orientasi dan ekspresi yang anti-mainstream bukanlah hal yang mudah. Tapi, every cloud has its silver lining, kan? Sebagai pembaca, gue bisa melihat bagaimana penulis bener-bener nikmatin hidupnya sebagai “lesbian” sampai gimana doi merasa bahwa dia adalah laki-laki, seorang “transboy”.

Karena novel ini ringan banget semacam teenlit yang bisa lo temuin di toko-toko buku, gue menyarankan kalian baca novel ini di waktu santai. Pas lo galau, lo baca novel ini bisa nangis Bombay. Pas lo hepi, lo baca novel ini bisa ketawa kaya pasien RSJ. Pas lo lagi jatuh cinta, lo baca novel ini bisa dapet inspirasi gimana caranya jadi playboy kelas paus (nah loh!). Pokoke pas dan lengkap. Tapi, jangan kaget kalo pas lo baca buku ini lo menemukan si penulis asik banget mengumpat dan mencaci maki orang. Bukan berarti jelek kok, ungkapan yang santai bahkan nyeleneh ini jadi kaya bentuk cetak dari diary kehidupan si penulis. Mungkin ini cara Erky buat melakukan branding terhadap novelnya. Di satu sisi gue melihat Erky seakan menggambarkan bahwa “hidup ini rese dan gue bisa melalui semua”. Bahasa nyeleneh khas anak muda lebih mudah menjangkau pembaca di kelompok umur muda juga. Yang terpenting dari novel ini adalah, penulis menikmati banget setiap kata atau ungkapan yang diketik buat nyeritain lika-liku kehidupannya.

Nah, makin penasaran nggak sih sama novel ini? Udahlah mending sekarang samperin si Erky buat minta (eh beli :p) novel yang tersedia dalam bentuk soft dan hard copy ini. Nggak ada salahnya kan kita meluangkan sedikit waktu kita buat nikmatin hasil karya teman kita yang berani dan berjuang banget buat mencetak hasil karyanya agar dinikmati oleh orang-orang disekitarnya. Seperti ungkapan penulis soal kehidupannya, “…for me, life is like a puzzle…masih ngacak, nggak ada framenya, dan nggak tau bakalan jadi gambar segede apa. Kalo mau tau, ya lo harus sabar nyusun kepingan-kepingan itu.” Erky merasa bangga dengan identitasnya.

Oleh: Fira

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.