A : “Gay ‘kan menular, makanya jangan dekat-dekat Gay, nanti ketularan homonya”
B : ……..

Sobat Bronis masih sering ditanyakan dengan pertanyaan diatas? Lalu bingung mau membalas dengan jawaban seperti apa? Kali ini brondongmanis akan mencoba membantu sobat bronis untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang memberi stigma negative kepada teman-teman gay.

Disini Brondong manis akan mencoba memberikan jawaban-jawaban logis kalau kamu ditanyakan atau sedang berdebat yang mengarah pada stigma terhadap gay. Pada dasarnya kita akan lebih focus kepada gay dalam arti gay sebagai laki-laki yang tertarik dengan laki-laki biologis dan gender laki-laki.

Brondongmanis akan mencoba membahas juga orientasi seksual bahwa terdapat 4 orientasi seksual yaitu Homoseksual, Heteroseksual, Biseksual, dan yang terakhir adalah panseksual yaitu ketertarikan seseorang pada orang lain bukan karena gender tertentu tapi karena perasaan. Brondongmanis akan mencoba menggunakan pendekatan ilmiah dan pikiran logis, pendekatan ilmiah akan lebih pada teori McKinsey, PPDGJ, dan DSM.

1. Spektrum Kinsey 

McKinsey mencetuskan spectrum orientasi seksual menjadi 7 skala, skala 0-6. Skala 0 menandakan seseorang dengan orientasi ekstrim heteroseksual dan skala 6 untuk ekstrim homoseksual. Namun tidak ada orang yang ekstrim homoseksual atau ekstrim heteroseksual, karena pada dasarnya manusia memiliki kecenderungan untuk tertarik pada lawan atau sesame jenisnya. Contohnya, tanyakan teman laki-lakimu, apakah ia memiliki idola laki-laki? Hal itu mengindikasikan adanya ketertarikan terhadap sesame jenis.

Dan menurut Sigmund Freud, manusia terlahir sebagai biseksual dan lingkunganlah yang akan membentuk manusia itu menjadi heteroseksual karena mayoritas masyarakat masih hidup dalam heteronormatifitas.

2. PPDGJ III 
Dalam Panduan Penggolongan Diagnosis dan Gangguan Jiwa III Kementerian Kesehatan RI tahun 1993 telah menghapuskan homoseksualitas sebagai gangguan jiwa karena homoseksual tidak menunjukkan gejala apapun terkait dengan gangguan psikologis maupun mental. Lalu juga dalam kitab para psikolog dunia yaitu Diagnostic Statistics Manual ke-5 (DSM V) telah mencabutkan homoseksualitas sebagai penyakit.

Nah, yang tidak normal adalah orang yang takut terhadap homoseksual atau yang biasa disebut homophobic, karena ketakutan yang berlebihan dapat menimbulkan gangguan jiwa bahkan jika perasaan homophobia ini terlalu besar bisa menimbulkan kerugian terhadap teman-teman homoseksual bahkan bisa sampai dengan kasus pembunuhan.

Jadi yang sakit bukanlah homoseksual, tapi yang takut dengan homoseks adalah orang yang sakit.

3. Kalau Kamu Suka Coklat, Aku Suka Vanila
Sebenernya orientasi seksual itu bisa diibaratkan sebagai Ice Cream. Ice cream memiliki banyak rasa, ada stroberi, vanilla, coklat, dan sebagainya. Ketika sobat Bronis ditanya kalau gay adalah kelainan, berikan saja pengisyaratan bahwa kalau orientasi seksual itu seperti rasa ice cream, kalau kamu cenderung suka rasa coklat, aku suka rasa stoberi.

4. Kalau Gay Tidak Normal, Hetero Juga Tidak Normal
Gay tidak normal? Kalau gay tidak normal, maka heteroseksualitas juga tidak normal dong. Karena homoseksualitas juga bagian dari orientasi seksual, seperti yang sudah dijelaskan diatas, juga tentang kecenderungan rasa ice cream, bisa diibaratkan juga Bronis kalau seandainya rasa coklat adalah heteroseksualitas dan rasa Vanilla adalah homoseksualitas. Kalau menyukai rasa vanilla dianggap tidak normal, maka menyukai rasa coklat juga tidak normal dong?

5. Kalau Gay Penyakit Pasti Bisa Disembuhkan
Rasulullah SAW Bersabda: “Masing-masing penyakit pasti ada obatnya. Kalau obat sudah mengenai penyakit, penyakit itu pasti akan sembuh dengan izin Allah SWT.”

Sabda Rasullullah SAW diatas menjelaskan kepada kita bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya. Nah kalau Gay adalah penyakit, pernahkah sobat mendengar bahwa ada orang yang sembuh dari ketertarikan sesama jenis dengan menggunakan pengobatan tertentu? Bahkan jika ada yang “sembuh”, orang itu bukan sembuh namun peluangnya adalah:
a. Dia terpaksa untuk tertarik ke lawan jenis,
b. Seksualitasnya bergeser ke arah kiri menurut mcKinsey,
c. Dia membohongi perasaannya,
d. Dia adalah seorang biseksual,
e. dan sebagainya.

Oh iya, dan juga kalau gay adalah penyakit, bisa sebutkan obatnya? Biar saya bisa berobat.

6. Kalau Gay Menular, Kenapa Hetero Tidak Menular
Banyak orang yang berasumsi bahwa gay dapat menular berikut salah satu pengakuan seorang teman.

“Saya punya temen, dia awalnya normal, tapi karena dia punya sahabat homo, dia jadi seorang homo juga.”-teman penulis

Nah pada dasarnya bukanlah Gay yang menular, namun ia pada dasarnya memang sudah memiliki kecenderungan untuk menyukai sesame jenis, hanya saja lingkungannya menekannya untuk menyukai ke-lawan jenis. Ketika ia bertemu dengan seseorang yang ia anggap nyaman, ia akan mendeklarasikan orientasi seksnya. Sama seperti kamu menceritakan orang yang kamu sukai hanya kepada orang yang kamu percaya, karena kamu menemukan kenyamanan bersamanya, merasa aman dan bahwa kamu tidak sendiri.

Kalau seandainya benar homoseksual adalah menular, kenapa heteroseksualitas yang mayoritas justeru tidak menular?

7. Penyebab Gay, Kalau Heteroseksualitas bagaimana?
Banyak orang yang menannyakan tentang penyebab seorang menjadi Gay. Pada dasarnya Gay tidaklah memiliki penyebab, sama seperti heteroseksualitas. Ketika kamu ditanya, “apa penyebab kamu suka sama sesama jenis?”, jawablah dengan, “kenapa kamu suka sama lawan jenis?”

8. Gay Juga Pakai Cinta
Banyak yang bilang bahwa Gay hanya memikirkan hubungan seks semata, namun tidak menggunakan cinta. Kalau gay tidak menggunakan cinta maka kenapa kaum gay memperjuangkan perkawinan sesama jenis?

9. Normal Tidak Normal Karena Jumlah?
Kadang orang-orang melihat normal atau tidak normal dari segi jumlah, karena heteroseksual dianggap mayoritas maka heteroseksual adalah hal yang normal. Logikanya adalah ibarat warna kulit, misalnya kamu berkulit coklat, lalu pergi ke negara yang berkulit putih, apakah kamu dianggap tidak normal? Kamu tetap dianggap normal kan? Padahal setiap orientasi seksual seperti homoseksual, heteroseksual, biseksual, maupun panseksual semuanya adalah hal yang normal. Seperti pengibaratan ice cream dan warna kulit.

10. Homoseksual masuk neraka
“Lo pikir lo Tuhan bisa menentukan orang masuk neraka atau surga?”

Dalam beberapa kajian mengenai Gay, termasuk kajian untuk agama Islam. Dalam Al-Quran menyatakan bahwa kaum yang dikutuk adalah kaum Nabi Luth atau kaum Sodom karena melakukan tindakan anal seks secara paksa. Bahwa yang dikutuk dalam agama Islam adalah: orang yang melakukan seks anal secara paksa (tidak pakai perasaan seperti kaum heteroseksual). Namun, faktanya teman-teman homoseksual melakukan hubungan seks tanpa paksaan dan bukan merupakan tindak perkosaan. Ketika ditanya kalau hubungan sesama jenis adalah dosa, tanyakan balik, “bagaimana dengan perkosaan pada heteroseksual?”.

Oleh: Achmad Mujoko

65 Response Comments

  • Anggita Sastri  June 29, 2015 at 3:59 am

    Artikelnya bagus banget, ngebantu jadi bahan tesis..terima kasihhh…

    Reply
  • Anonymous  July 3, 2015 at 8:36 pm

    sial penulisya homo

    Reply
  • Anonymous  July 3, 2015 at 9:15 pm

    "Dalam Al-Quran menyatakan bahwa kaum yang dikutuk adalah kaum Nabi Luth atau kaum Sodom karena melakukan tindakan anal seks secara paksa. Bahwa yang dikutuk dalam agama Islam adalah: orang yang melakukan seks anal secara paksa (tidak pakai perasaan seperti kaum heteroseksual)."

    Banyak-banyak istighfar mas 🙁
    Silakan kalau mau berargumen 1-9, tapi tolong yang nomor 10 dihapus saja, takut menggiring opini publik ke arah yang salah… Masnya sudah mentafsirkan ulang ayat Allah yang maha suci. Adakah masnya seorang mufassir? :(((
    Antuk menafsirkan satu ayat Allah, sungguhlah banyak syaratnya mas….
    Pertama, aqidahnya harus shahih. Kedua, menguasai sepenuhnya Bahasa Arab (termasuk di dalamnya ilmu nahwu, sharaf, isytiqaq dan balaghah). ketiga, menguasai ushul fiqih. keempat, menguasai ilmu ushuluddin. dan masih ada syarat kelima keenam ketujuh, termasuk mempelajari semua tafsir-tafsir milik sahabat Rasul.

    Masnya sudah memenuhi semuanya? 🙁

    Ahli tafsir terdahulu yang menafsirkan ayat tentang homoseksual sudah menguasai itu semua mas, insyaAllah.

    Homoseksual adalah perbuatan yang melampaui batas, dimana tidak pernah dilakukan oleh orang-orang sebelumnya. para alim ulama dan ahli tafsir telah sepakat tentang keharaman homoseksual. Allah Subhanahu wa Ta’ala dan rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mencela dan menghina para pelakunya. Tentu mereka menafsirkan tidak sembarangan, penuh ilmu dan juga penuh dengan ijtihad besar-besaran.

    Jadi saya mohon, dengan segala kerendahan hati, ayatnya jangan ditafsirkan ulang dan dipublish ke umum 🙁

    Saya minta maaf sedalam-dalamnya kalau ternyata masnya adalah seorang mufassir…

    Tapi kalau ternyata bukan, jangan paksa kami untuk menerima argumen nomor 10, sebab sama seperti kalian, kami juga punya hak asasi, termasuk di dalamnya hak asasi untuk sepenuhnya beragama dan meyakini ahli-ahli berilmu sebelumnya….

    Wallahualam bishowaf.

    Reply
  • Anonymous  July 3, 2015 at 10:45 pm

    Dan sayangnya para ahli tafsir jaman dahulu itu bahkan tidak tahu menahu apa itu homoseksual, karena ternyata ditinjau dari segi medis atau science homoseksual itu normal, homoseksual adalah bentuk keberagaman dari orientasi seksual sebagaimana manusia diciptakan Tuhan dengan beraneka ras, warna kulit, warna iris, warna rambut dsb. Dan sangat disayangkan bahwa para ahli tafsir itu hidup di tengah-tengah paham heteronormatifitas yg begitu kental sehingga mempengaruhi cara penafsiran mereka terhadap ayat-ayat kitab suci yg berkaitan dgn homoseksual. Dan hasilnya? Homoseksual ditafsirkan sebagai sebuah bentuk penyimpangan dan dosa

    Reply
  • Anonymous  July 4, 2015 at 1:37 am

    istighfar coy.. banyak2 tobat.. bentar lagi kiamat

    Reply
  • Deni Kusuma  July 7, 2015 at 5:30 am

    hebat… mirip brain wash
    ati2 dan teliti dengan bijak
    No 10 jgn bro… lu bisa menghakimi kemampuan ahli tafsir jaman dulu
    Apa bedanya lu ama orang2 yang menghakimi LGBT…
    jangan begitu dong
    boleh berpendapat, tp jgn menghakimi
    piss

    Reply
  • Willy  July 7, 2015 at 4:13 pm

    Udah lah ya kalian ga usah berantem… Mau bagaimana pun kita sebagai kaum gay ada di dunia ini.. Dan jangan bilang kami makhluk hina najis atau pendosa whatsoever.. Karena kalian yang suka judge kaum gay belum tentu kalian baik di mata tuhan kalian… Kalian pun bisa akses di mana mana bahwa yang melakukan kejahatan apapun semuanya adalah manusia biasa dan bukan cuma gay.. Ok.. Gw pikir kalian ga punya hak apa apa ya judge kaum gay.. Sebaiknya bercermin sebelum kalian menghakimi orang lain… Salam

    Reply
  • Willy  July 7, 2015 at 4:13 pm

    Udah lah ya kalian ga usah berantem… Mau bagaimana pun kita sebagai kaum gay ada di dunia ini.. Dan jangan bilang kami makhluk hina najis atau pendosa whatsoever.. Karena kalian yang suka judge kaum gay belum tentu kalian baik di mata tuhan kalian… Kalian pun bisa akses di mana mana bahwa yang melakukan kejahatan apapun semuanya adalah manusia biasa dan bukan cuma gay.. Ok.. Gw pikir kalian ga punya hak apa apa ya judge kaum gay.. Sebaiknya bercermin sebelum kalian menghakimi orang lain… Salam

    Reply
  • ImamRisman  July 8, 2015 at 2:08 am

    bertobat no 10 krangan bebas mencari pembenaran, SESAT !!! tafsiaran salah maximal !!

    Reply
  • Anonymous  July 8, 2015 at 11:49 pm

    Coba dibaca deh surat An Nuur ayat 31.
    Di situ dicantumin kok keberadaan gay di kalangan muslim.
    Juga di bbrp surat lain.

    Reply
  • Anonymous  July 9, 2015 at 12:30 am

    Milih es krim g ada konsekuensinya. Tp masalah orientasi seksual sdh jelas aturannya dlm agama, sudah jelas apa yg benar menurut fitrah manusia sbg makhluk yg berpasangan dgn lawan jenisnya mnrt fungsi fisiologis dn biologis alat2 reproduksi.

    Dorongan nafsu itu tdk selamanya benar. Apakah psikopat pembunuh dibenarkan utk membunuh gara2 tdk bisa menahan hasrat membunuh? Sama saja dgn kalian, bukan nafsu yg hrs dilepas-liarkan tp kekanglah keinginan buruk itu.
    Krn jelas diabadikan dlm berbagai kitab suci kerusakn umat nabi luth. Melecehkan tujuan Tuhan dlm kehendak-Nya d dlm penciptaan makhluk agar mereka beranak pinak dn menjadi pemimpin d muka bumi.

    Argumentasi yg polos. Pilih eskrim? Hahaa, pilih es krim g ada ketentuannya, g ada konsekuensinya terserah anda. Tp homoseksual? Jelas disalahkannya dn mengingkari fitrah sng makhluk yg berpasangan dn bereproduksi. (Mikir g kenapa cewe lubang, cowo tongkat organ seksualnya? Itu design dr yg bikin, sang khalik yg maha kuasa, bukan saluran pencernaan (anus/mulut) atau jepitan paha atau kocokan tangan dijadikan organ seksual) Hellooww

    Keluar dr pedoman diagnostik dokter? Bnyk penjelasannya, mulai dr penyusun buku yg berpaham liberalis dn mendukung lgbt hingga scr medis memang tdk ada obat yg scr logis bs diberikan krn scr medis memang tdk ada kelainan baik dlm produksi serotonin, genetika dn lain2 yg mengontrol perilaku manusia.. Homoseksual adalah pola mental. Mereka gagal membentuk relasi yg wajar dgn lawan jenis. Bisa krn ketidakpercayaan diri, pernah trauma dgn lawan jenis atau ketidakmampuan berperan normal scr seksual krn hancurnya gambaran diri mengenai seksualitas dirinya seperti pada korban sodomi atau pelecehan seksual. Lawan jenis dianggap menakutkan dn dia merasa tdk mampu membangun relasi asmara-erotis yg wajar sehingga berpaling pada sejenis krn tmn sejenis lebih bisa didekati,bs sbg teman sekolah, tmn kuliah, tmn olahraga/hobi, tmn kerja dsb sehingga lama kelamaan menggantikan relasi yg harusnya terjadi dgn lawan jenis. Jd walaupun kelainan mental, homoseksual tetap suatu penyimpangan. Koruptor jg tdk masuk ke buku diagnostik itu. Tp apakah perilakunya hrs diterima? Atau pelaku bom bali apakah masuk ke dalam buku tersebut? Penyimpangan hrs diluruskan baik ada maupun tdk ada dlm buku itu bkn?

    Langkah utk sembuh pertama kali adalah menerima kondisi kt sbg suatu kesalahan. Org skt jiwa tdk akan sembuh bila dia merasa normal. Normal makan tanah, normal BAB di lantai, normal kalau g mandi. Para penggiat lgbt yg sibuk cari pembenaran dn memperjuangkan kawin sejenis akan benar2 sulit sembuh. Apalg situs2 propaganda jahat seperti ini terus bermunculan. Kt harus kuat. Berkeinginan kuat utk sembuh, krn mau g mau, suka tdk suka ini adalag penyimpangan

    Ayo berubah sobat, jgn sia2kan umurmu. Jgn ketika ujung usia sudah sampai baru kt ingat bahwa bkn kt dn bkn kesombongan kt yg jd penguasa hidup ini. Ketika di ujung nafas kt baru insyaf betapa bnyk kesalahan kt yg dgn sombong kt lakukan walaupun bertubi2 org berusaha menyadarkan, terutama org tua yg mngkn mengharapkan garis kebaikannya, garis keturunannya bs berlanjut d tangan sobat2 semua.

    Hanya berusaha mengingatkan, hanya berusaha menjadi penyeimbang

    Reply
  • Anonymous  July 19, 2015 at 5:05 am

    goblok, jelas2 manusia diciptakan berpasang2an laki-laki dan perempuan, tetap saja memaksakan hal yang diharamkan untuk di halalkan,
    penulisnya juga homo pula, jangan publish pemikiran yang menyesatkan.
    pakai ayat2 alqur'an segala, hahaha gue ketawa baca tuh tulisan.

    Reply
  • Anonymous  July 21, 2015 at 2:37 am

    Najis najis najis

    Pls jgn bawa bawa ayat al qur'an kl sendirinya gatau apa itu ciri2 kiamat

    Ya itu hak prerogratif nya Allah kalo kita masuk surga dan neraka tapi Allah udh kasih tau di Al – Qur'an yg masuk neraka itu kaum gmn.

    Kalo semua orang gay sebelum jaman ini. Bapak lu udah nikah sm cowo, dan lu gak akan lahir. Dan lu gak akan gay dan gak akan ada penerus gay.

    Gua mau nanya, apakah gay dan lesb bagus? Kalo semua gay dan lesbi di dunia? Adakah penerus keturunan? Dan kalo bokap lu dan nyokap lu dulu gitu, skrg mungkin lu gaakan bs hidup dan membersihkan kontol lu dari anus 🙂

    Reply
  • Izumi Bertus  July 24, 2015 at 4:47 pm

    Poin ada di nomer 9 sih. Bahwa "normal" hanya ukuran jumlah, ya kenyataanya jumlah heteroseksual lebih besar drpd homoseksual, sehingga masyarakat cenderung melihat sesuatu yang minoritas disebut sebagai penyimpangan, tapi saya percaya orientasi seksual bukan krn pilihan tapi adalah hal yang kita bawa sejak lahir. Ini hanya menyangkut rasa seseorang, dan bukan hak kita untuk menghakimi seseorang

    Reply
  • Izumi Bertus  July 24, 2015 at 4:50 pm

    Dan please lah, jangan mendahului otoritas tuhan untuk mengukur kita pantas di surga atau neraka. Dengan cara kita yang selalu menyatakan orang lain harus "taubat" dan kita merasa paling benar. Sebetulnya kita lah orang2 yg butuh nasihat.

    Reply
  • Anonymous  July 28, 2015 at 10:18 am

    Tuhan udh nyiptain manusia berpasang pasangan yg jelas lawan jenis bukan sesama jenis.. tujuan menikah apa? Buat punya keturunan… lo masukin penis lo kedalem anus, anus kan tempat kita ngeluarin kotora, lo gatau emg penyakit apa aja yg ngancem lo? sperm lo juga kebuang sia sia, calon anak lo bro.. gue gatau lgbt itu bisa disembuhin atau ngga yg jelas klo lo punya niat pasti bisa.. sorry ya ini menurut gue

    Reply
  • Anggun Mentari  August 25, 2015 at 7:13 am

    Yang saya tau kenapa diciptakan penis yang isinya sperma,untuk membuahi ovum dan ditempat yang seharusnya, dengan penciptaan Tuhan yang luar biasa yang diciptakannya cinta dan seks yang nikmat dan leboh hygiene antara wanita dan pria,,,memang cobaan yang berat,, karena mungkin ada yang berpendapat gay itu suatu 'takdir' memang harus gay.. sayangnya, apalagi kalau dikait kaitkan dengan penyakit wasir, dubur tidak berfungsi maksimal karena dirancang untuk membuang feses atau kotoran dampak sosial karena lebih tersiksa menahan pup atau buang gas, penyebaran penyakit daur ulang yg sudah diuraikan bakteri, dan kerja usus lebih berat menjadi berfungsi ganda,penyebaran aids lebih tinggi, okay saya beragama, tapi bila tidak percaya akan hukum Tuhan adanya agama SAMAWI yahudi, islam, nasrani dan katolik yg melarang, itu hak, ada banyak hal yang perlu dipikirkan, alasan untuk menyadari bahwa penciptaan laki2 dengan bahu yang lebih lebar badan yang lebih besar untuk menjadi penjaga wanita dan anak2nya, membanggakan orang tua, hidup lebih teratur dan seimbang, itu perlu, tapi tetap saya punya sahabat gay,,, dan dia menyadari itu semua,, saya hargai pilihannya,, hanya saya berpesan pada dia, jika Memang gay, janganlah bisex, karena wanita korbannya, penyebaran penyakit dari anus ke vagina lebih membahayakan… itu saja…

    Reply
  • eve  September 25, 2015 at 4:33 pm

    Hi Jojo.
    Cara penyampaian dan plot berargumentasinya bisa diperbaiki lagi, tapi I love the logic!
    And you guys deserve to live on your own way.
    Gw bukan LGBT, tapi gw mendukung penuh kesetaraan.
    We should've talked further, huh?
    Go go go, Jojo!

    Reply
  • Anonymous  October 15, 2015 at 8:29 pm

    .Sip sip…merdeka homo…
    .gimana2 juga pasti menang stattement ny si homo…org argument nya di kandang homo….like this

    Reply
  • Anonymous  October 27, 2015 at 4:56 pm

    Ijinkan saya berbagi pendapat ya sobat sobat,

    Saya dari dalam diri sangat membenci apa yang dinamakan sifat-sifat Gay itu, mengapa pria harus menyukai pria, kan hal yang lazim adalah pria menyukai wanita.

    Pria memiliki penis mengapa pria bisa tertarik pada penis?, bukankah hal tersebut sangat menjijikkan?, memasukkan penis ke dubur atau melakukan oral seks, melanggar semua faedah yang lazim. Menjijikkan bukan?

    Itulah yang saya pikirkan pada diri saya setiap waktu, memandang jijik diri saya. Tapi entah mengapa sejijik apapun saya melihat diri saya, saya tidak bisa menguasai hal itu. saya tidak memilih untuk menjadi gay.

    Dorongan hormon yang entah mengapa menguasai diri saya, saya lebih prefer pada laki-laki, tertarik secara seksual pada laki-laki, padahal saya adalah laki-laki. Jika bisa memilih, saya ingin memilih untuk tidak jadi gay saja. Sekarang, siapakah dirimu yang mau menghakimi diri saya atas apa yang terjadi pada saya?, hal yang tidak saya pilih?

    adakah?, saya berdoa dan menangis, mengapa saya bisa begini. Saya tidak bencong, orang lain melihat saya sebagai orang baik-baik, di kuliah, prestasi saya tidak buruk atau bahkan bisa dikatakan cemerlang. Ini nyata, saya benci sifat gay saya. Tapi saya juga harus katakan itu bukan pilihan saya. Who to judge me?

    Are you?, apakah seorang yang dilahirkan tanpa tangan atau kaki adalah orang berdosa?, atau apakah saya yang seperti ini, bukan pilihan saya.

    Tolong dicermati. Saya tidak memilih jadi gay, saya berusaha berpacaran pada perempuan, mengasihinya. Saya berusaha. Tapi secara seksual saya tidak tertarik pada perempuan. Yang terjadi adalah saya berpura-pura. Saya berpura-pura menyukai perempuan. Itulah yang terjadi.

    Saya mohon pada Tuhan, kalau ini dosa, sembuhkanlah saya, bersihkanlah saya. Tapi apakah yang sudah kuperbuat sehingga menjadi gay? aku tak pernah membunuh, tak pernah menyakiti orang lain sedemikian rupa, aku tersenyum pada orang lain. Bertindak seperlunya, layaknya orang biasa. Saya sayang kakak adik saya, saya juga berteman dengan baik. Yang tidak diketahui oleh semua orang terdekat saya adalah bahwa saya punya preferensi seksual yang tidak lazim sebagaimana pandangan sosial pada umumnya, seorang laki-laki yang suka pada laki-laki.

    Ingatlah saya sudah berusaha. Jadi para reader. Judge me objectively, see who i am as an equal human as you.

    Reply
  • Anonymous  November 1, 2015 at 8:58 am

    Bukan sok bijak
    Tetapi menurut saya menjadi gay, normal, bisex itu semua udh ad yg atur.
    Kita tidak dapat memilih, saya yakin kaum gay jg seandainya diberi pilihan "opsi"sebelum dy dilahirkan*apakah ingin menjadi gay atau bisa menjadi normal*,mereka jg pasti akan memilih menjadi manusia seutuhnya dengan orientasi seks yg sewajarnya.
    Tp sekali lg inilah jalan hidup mereka yg harus dijalani .

    Reply
  • Anonymous  November 1, 2015 at 9:08 am

    Pendapat yg bagus..
    Kita tidak pernah memilih seperti ini

    Reply
  • tanya  November 1, 2015 at 5:19 pm

    ada beberapa hal yg terngiang dan ingin saya tanyakan pada (kalau bisa semua) mayoritas gay terlepas dr pendapat orang (yg mendukung ataupun mendiskriminasi).
    (1)- jika SeMISAL memang suatu hari, katakanlah ada obat yg benar2 membuat gay jd benar2 straight (benar2 bisa membuat nafsu beralih ke lawan jenis), akankah ada yg benar2 ingin mencoba obat tsb? atau malah mencoba menolak kenyataan kalau obat itu nyata?.
    (2)- jikalau ternyata ini Bukan soal gay Normal atau tidak normal, Bukan pula soal Penyakit yg bisa sembuh atau tidak, TAPI ini soal Larangan dr Tuhan untuk tidak melakukan hal yg merugikan (dalam hal ini Liwad/Anal sex-nya, terlepas itu nikah atau tidak) layaknya Zinah, Mabuk2an, Makan Babi, dsb. Apa kita masih menyangkal dg pertanyaan, apakah ini Benar atau Salah?

    Saya sendiri gay tp saya sendiripun tidak bisa menjawab pertanyaan diatas secara yakin, selalu 50:50 seakan ada ketakutan tersendiri yg mengancam entah itu cm paranoid atau nyata.

    Reply
  • galuh yohanes  November 10, 2015 at 10:57 pm

    Hidup itu pilihan, smua punya hak untk hidup seperti apa. Kl masalah dosa, smua org juga berlumuran dosa, cm nabi aja yang ga punya dosa. Jadi kl membahas ini ga akan ada habisnya, skrg mah masing2 aja. Jgn ada yang menghakimi satu dgn yang lainnya, loe mau masuk surga ya loe harus mengikuti hadis dan rosulnya. Kl mau masuk neraka ya haknya masing. Tidak ada manusia yang dilahirkan seperti homo dll

    Reply
  • galuh yohanes  November 10, 2015 at 10:57 pm

    Hidup itu pilihan, smua punya hak untk hidup seperti apa. Kl masalah dosa, smua org juga berlumuran dosa, cm nabi aja yang ga punya dosa. Jadi kl membahas ini ga akan ada habisnya, skrg mah masing2 aja. Jgn ada yang menghakimi satu dgn yang lainnya, loe mau masuk surga ya loe harus mengikuti hadis dan rosulnya. Kl mau masuk neraka ya haknya masing. Tidak ada manusia yang dilahirkan seperti homo dll

    Reply
  • mayang sekar  November 15, 2015 at 4:52 pm

    Tuhan akan menghukum semua umatnya yang telah menyimpang dan terang-terangan melanggar perintahnya.

    Reply
  • kidemang  November 26, 2015 at 7:10 am

    Tadi diatas sudah ada yang menjelaskan, kehidupan penafsir salah heteronormatifitas, sehingga tafsiran menjadi tidak objektif, dan mereka juga belum mengerti apa itu homosexual, yang jadi pertanyaan saya apakah penafsir itu orang suci, setahu saya agama islam tidak ada orang suci/saint, dan manusia tempatnya salah, bisa jadi itu adalah kekeliruan penafsir dulu, jadilah pemikir bukan pengikut, sadarilah, bahwa isi dari sepertiga Quran Allah menyuruh kita untuk berfikir, temuan science dan pemahaman tafsir terbaru mengemukakan kalau gay ada di ar rum 21 dan beberap aurat lainnya, dan lagi tujuan berpasangan (azwajan) adalah ketentraman dan kasih sayang bukan berketurunan, karena azwajan adalah pasangan jamak bukan istri, maka bisa jadi semua pasangan orientasi sexual yang bertujuan ketentraman dan kasih sayang lah yang Allah maksud, bila memang hanya pasangan hetero seharusnya zauja dan tujuannya adalah berketurunan, jadi berfikirlah dan bacalah seperti perintah ayat pertama yang turun, bukan menjadi taklid buta yang bigot.

    Reply
  • kidemang  November 26, 2015 at 7:13 am

    Ralat : "kehidupan penafsir salah heteronormatifitas," yang benar "kehidupan penafsir dalam heteronormatifitas"

    Reply
  • Andi  December 20, 2015 at 5:04 am

    buakakaka iya bener sob, homo

    Reply
  • Rahmat Fatoni  December 22, 2015 at 3:03 pm

    Homo atau pun hetero yang penting kamu senang, dan siap menerima resiko nya apapun yang terjadi, karena hidup cuma sekali 🙂

    Reply
  • Anonymous  December 30, 2015 at 8:36 pm

    Blahhh,,,,"ade" nya sendiri masih aja diboongin suruh masuk lobang pantat. Bau Tai coyyy,,,,,

    Reply
  • Anonymous  January 20, 2016 at 3:38 pm

    ALLAH yg atur..hak kalian men judge orang seperti apa..tapi bukan tempat kalian untuk men judge kaum2 lgbt harus neraka tmpat mreka..Allah lebih tahu hambaNya..Dia lah yg berkehendak..miskin..kaya..gay..hetero..dsb..Allah yang ngatur..yang Allah laknat bukan gay nya tapi pnyimpangan nya..satu hal yg saya tahu..semakin berat Allah kasih ujian kpd saya..smakin saya yakin Allah memperhatikan saya..mrnjaga saya..melarang ini itu dengan cara Nya.. Allah ga pernah menilai dari orientasi..tapi dari seberapa besar cinta hambaNya ke pada Nya..siapapun berhak mengharap surga..siapapun..tolong jangan pandang sesuatu dengan hukum mata kalian..tapi nurani kalian ..fahami Allah dengan cinta..dengan begitu InsyaAllah kita faham atas keberagaman makhluk yg Dia ciptakan..Allah adalah kekasih sejati..meskipun saya akui saya sudah berkhianat berulang kali..tapi sy ingin kembali di cintaiNya..fahamilah sobat..tidak ada sesuatupun yg terjadi di dunia ini tanpa ada nya alasan..

    Reply
  • Fahrizal MuHammad  January 22, 2016 at 9:39 am

    wah ente jangan bawa nama nama rasulullah, ente harus liat kaum nabi luth…
    liat mereka seperti apa, kaum sodom..
    di azab di dunia dan di akhirat

    bahlul ente bawa nama rasulullah segala, rasul ga pernah mengajarkan atau menjelaskan tentang kaum homo dan lesbi
    hati hati kalau mau bikin tulisan

    Reply
  • Dery Muhammad  February 1, 2016 at 3:02 pm

    Saya suka semua komentar anda mas. Saya sangat setuju. Pondasi saya adalah Agama.

    Dan sedikit tambahan
    Ingat dunia ini hanya bersifat sementara. Tidak semua yang dibenarkan secara duniawi adalah kebeneran yang sesungguhnya, saya sangat meyakini kebenaran dunia hanya bersifat sementara dan sesungguhnya di akhirat kelak lah sesungguhnya segalanya baru dimulai. Kita hidup dunia penuh dengan cobaan dan ujian..

    Maaf saya tidak berusaha untuk sok suci. Saya hanya ingin menyampaikan ini saja.

    Reply
  • Anonymous  February 1, 2016 at 3:33 pm

    Buat para LGBT, kalian tidak salah. Hanya saja keberadaan kalian membuat para heteroseksual malu dan ikut menanggung aib kalian. Memang ini bukan buat kalian. Tidak apa-apa kalau kalian harus berpura-pura untuk menyukai lawan jenis. Setidaknya dengan begitu kalian sudah berusaha dan jangan lupa selalu berdoa. Yah siapa yang tahu mungkin Tuhan akan memaafkan kalian dan menyembuhkan kalian.
    ..
    Sebenarnya dengan hadirnya kaum LGBT didunia adalah salah satu cobaan buat para heteroseksual, bagaimana cara kita menanggapi semua ini dan bagaimana cara terbaik untuk menyelesaikan semua ini.
    ..
    Kita manusia di ciptakan oleh Tuhan dengan penuh kesempurnaan. Kita memiliki derajat paling tinggi dimuka bumi. Kita diberi kebebasan dalam memilih, Tapi setidaknya pilihlah kebebasan yang tidak merugikan siapapun.
    ..
    Dan Takdir, saya ingat kata teman saya. "Tidak ada takdir yang ditentukan oleh Manusia kecuali dari Tuhan."
    Banyak yang berkata "karna sudah takdirnya seperti ini jadi yasudah jalani saja." TIDAK ! kalian hanya perlu berusaha sedikit lagi untuk mengubahnya.
    ..
    ..
    Saya bukan seorang yg suci, saya pun penuh dengan dosa. Hanya saja saya tergerak untuk mengingatkan kalian saudaraku sebangsa setanah air. Aku tidak ingin melihat kita semua di neraka. :') Tumbuhkanlah rasa nasionalisme dengan cara dan versi kalian masing-masing.

    Reply
  • Anonymous  February 7, 2016 at 4:23 pm

    khusus point 10, emang agama islam doang yg melarang praktek homo.di bibel juga ada mas.

    Reply
  • Anonymous  February 16, 2016 at 4:40 pm

    Saya seorang ibu, dan semakin maraknya keberadaan lgbt membuat saya mawas diri. Mawas untuk memberikan bimbingan kepada anak saya bahwa laki dan perempuan itu berbeda. Pernah saya baca2 sedikit ttg riset asal penyimpangan lgbt, bukan dr genetik, faktor lingkungan. Lgbt itu pilihan, jdi kalau memang Anda gay, urus hidup Anda sendiri tanpa perlu memberikan embel2 kesedihan diri bahwa nafsu Anda yg menyimpang itu tdk dpt dikontrol. Mungkin keluarga Anda mai bantu memberi penyuluhan, bimbingan, terserah..Tapi tolong jangan menyebarkan informasi menyesatkan disini. Ini semata untuk menjaga anak saya yg masih kecil berpikiran bahwa lgbt ini normal. Makasih

    Reply
  • Muhammad Adrian  February 17, 2016 at 8:06 am

    Gini aja deh,gausah berbelit belit emg gay bisa buat anak? ,manusia itu udh diciptain tuhan untuk berpasangan dengan lawan jenis,jadi klo udh suka sesama jenis ya ga normal,gay itu penyakit gay itu bisa sembuh,yaitu banyak banyak ibadah jangan mudah terpengaruhi lingkungan(lgbt). mungkin di poin 1 ada benar nya yg trjadi pada beberapa orang,tapi anggap saja itu ujian dari tuhan.ujian dari tuhan itu bermacam macam apakah hambanya bisa melaksanakan perintah nya atau tidak,ya kalo dia tetap milih menjadi sesuka jenis ya berarti dia tidak bisa melaksanakan perintah nya dong.dan untuk poin 5 dan 10 tolong untuk tidak membawa bawa agama,kalo membawa agama tersebut secara dan bijak itu boleh,ini firman tuhan dan sabda nabi kok di karang? . dan ibarat kan aja magnet kutub selatan ama selatan menjauh,kutub barat sama barat menjauh,nah kalo kutub selatan sama barat justru bersatu nah harusnya manusia juga gitu dong smua sudah ada kaidah atau ketentuan nya 🙂 .semoga kaum gay dapat berubah ke jalan yang benar kalo iman nya belum kuat logika nya mainin ya..,sekian Wassalam..

    Reply
  • Muhammad Adrian  February 17, 2016 at 8:10 am

    Anggap aja itu ujian dari tuhan,perbanyak aja ibadahnya..

    Reply
  • Muhammad Adrian  February 17, 2016 at 8:14 am

    Anggap aja itu ujian dari tuhan,perbanyak aja ibadahnya..

    Reply
  • Anonymous  February 19, 2016 at 8:07 am

    Kasihan pasti anda blm tw batas ttg aurot sdh bcra tafsir prlu diingat dlm agama islam ada bts aurot yg tdk blh dlht,tdk ada bts kec suami istri,ini terapkan dl pasti homo akan berkrg

    Reply
  • Always Learning  February 22, 2016 at 4:42 pm

    Apakah anda sebelumnya biasa seks dengan perempuan?

    Reply
  • Always Learning  February 22, 2016 at 4:48 pm

    Silahkan lah kalau memang sudah menjadikan dirimu gay. Tapi satu hal, jangan ganggu tetangga yang hetero. Kalau ada teman, tetangga, yang jelas2 hetero, jangan anda dekati atau anda cintai. Silakan cari yang sama2 homo. Jadi tetangga boleh, tapi jangan buang sampah ke halaman rumah tetangga.

    Reply
  • Anonymous  February 23, 2016 at 9:30 am

    Semoga para penulis dan pembaca ditunjukkan jalan yang lurus oleh Allah SWT. IMHO, ketertarikan sesama jenis untuk urusan seksual adalah penyimpangan. Untuk itu dijelaskan di beberapa kitab suci tentang umat nabi Luth yang dibinasakan karena mereka melampaui batas dengan mencari kepuasan seksual dari sesama jenis (bukan kasus anal secara khusus, untuk anal secara khusus dibahas khusus dalam hadits).

    Saat ini di era keterbukaan, arus informasi memang tidak dapat dibendung dan sulit difilter, sehingga sering kali suatu kejanggalan menjadi kebenaran relatif. Apalagi menyangkut diri sendiri, semua orang mau dianggap benar.

    Saya memiliki teman gay, meskipun saya tidak mendukung mereka tapi saya tetap berteman. Selama mereka tidak mengganggu saya, saya juga tidak mengganggu mereka. Namun saat mereka berkoalisi, membentuk komunitas dan ingin melegalkan aksi mereka (yang sebelumnya merupakan aksi ilegal dr segi agama dan hukum), hal ini sangat meresahkan.

    Kenapa meresahkan? Karena sebagai orang tua dan umat beragama, kami percaya hari akhir, hari perhitungan dan dunia akhirat. Saat kalian melakukan propaganda bahwa kalian cool dan perkawinan sesama jenis boleh2 saja. No that's right. Kami ga mau anak2 kami berpandangan seperti kalian dan berubah menjadi seperti kalian. Uncontiously, you guys have done a lot of damage. I hope it will not getting worse. Semoga Allah segera menunjukkan jalan lurus, sehingga kalian segera melakukan perbaikan untuk memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi.

    Wallahu 'alam bisshowab.

    Reply
  • Anonymous  February 24, 2016 at 1:26 am

    Sex adalah sarana untuk regenerasi, sex yang sukses adalah sex yang menghasilkan keturunan. makin jauh dari regenerasi adalah penyimpangan

    Reply
  • Anonymous  February 25, 2016 at 2:36 pm

    Kalaupun benar bahwa ada gay yang terjadi karena begitulah adanya sejak lahir, tidaklah berarti bahwa kecenderungan tersebut tidak dapat dilawan. Sama seperti seorang manusia berbudi baik, adalah dia yang terus menerus berjuang untuk Mengalahkan kecenderungannya untuk menjadi egois., kejam dan tak peduli, demikian juga kecenderungan menjadi gay dapat ditaklukkan. Saya tidak mengatakan itu sebagai hal mudah, sebab itu memang sangat sulit. Tetapi sulit tidak sama dengan mustahil. Allah maha berkuasa, dan setiap orang yang berseru kepadaNya meminta pertolongan, tak akan diabaikan. Sayangnya, kita sering kali menjauhkan pemikiran tentang kehadiran Tuhan, dalam masalah-masalah kita, dan menjadikan ide bertuhan sebagai sesuatu yang tak update untuk membahas masalah LGBT. Padahal, hanya ketika kita kembali kepadaNyalah kita dapat melihat dengan tepat, ide atau alasan, mengapa pria terlahir dengan bentuk kelamin dan struktur tubuh yang berbeda daripada perempuan. Membela ide mengenai LGBT, dengan alasan hak asasi, bukankah sama dengan membela ide untuk perlahan-lahan merusak struktur keluarga, di mana pria seutuhnya, dan bukan yang berperan sebagai pria, dan wanita-bukan pria yang berperan sebagai wanita-yang mampu mengajarkan kepada generasi berikutnya, hal-hal baik dari kelelakian dan keperempuanan yang sejati?
    Saya tidak membenci mereka yang LGBT, sebab sama seperti saya, mereka adalah orang-orang yang berhak atas kasih dan penghormatan. Yang saya tolak adalah ide yang ingin mereka tanamkan, bahwa apa yang mereka lakukan adalah sama normalnya dengan orang lain. Senormal kita memilih es krim strawberry atau vanila.

    Reply
  • Reader  February 26, 2016 at 12:23 pm

    Udahlah gak usah bawa-bawa agama sampe memelintirnya untuk urusanmu.

    Lo pikir lo ahli tafsir sampe sok-sokan menentukan makna Al Quran?

    Reply
  • Anonymous  February 28, 2016 at 6:45 am

    Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu[homoseksual], yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?" (QS. Al-A'raaf: 80)
    Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. (QS. Al-A'raaf: 81)
    Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, (QS. Hud: 82)
    Maka Kami jadikan bahagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras. (QS. Al-Hijr: 74)

    Tolong jangan memancing murkaNYA. banyak orang-orang tidak bersalah disekitar kalian.
    Pikirkan mereka 🙁

    CMIIW 🙂
    Y.R

    Reply
  • Steven Narfail  March 1, 2016 at 2:32 pm

    Kamu ngomong begitu karena kamu tidak berada dalam sendal kami.Jika terus mengunakan kitab jaman dahulu ( yang mengharamkan teknologi dan ilmu bedah ) sebagai pedoman. Buat apa kamu gunain teknologi ( yang di haramkan semua kitab di semua agama ). Semua penemu dan peneliti ilmiah seperti plato, galileo galilie, michael valentine, leonardo da vinci, josh newton, adam watt, semua penemu itu di hukum mati karena teori mereka yang menentang agama. Tapi semakin maju jaman semakin di akui teknologi itu benar adanya dan berguna untuk manusia, lalu siapa yang menyimpang sekarang, agama melarang perkembangan teknologi dan bahkan leonardo da vinci yang menemukan ilmu bedah di hukum mati karena di anggap menyembah iblis, lalu kenapa banyak dokter bedah.Saran saya bagi kalian yang menentang cinta sesama jenis seperti kami, pikirkan dan hayatilah, kami lgbthiq,kami semua juga manusia, punya rasa punya hati,buktinya kami tetap berjuang meskipun kami di teror,kami terus berjuang meskipun kami di benci, kami tetap memaafkan meskipun kami di tindas,kami tetap berdarah ketika di filet,darah kami tetap kentel bukan encer,darah kami tetep merah bukan hijau.
    Terima kasih pada saudara achmad mujoko, semoga anda terus menjadi sahabat kami,kami berdoa untuk kesehatan anda,saya juga gay,tetapi saya tidak menyerah dan mengakhiri hidup saya untuk pergi ke neraka,ingatlah jika saya memang jatuh ke neraka,jiwa saya tetap akan damai meskipun berada di neraka, karena menurut agama saya, perbuatan kejam dan jahatlah yang menyebabkan dosa bukan karena orientasi seknya yang beda, kalau tidak mengapa Tuhan menciptakan pelanggi, barisan warna yg berbeda tetapi ketika semua warna di jajarkan bersisian,warna itu akan membentuk sebuah fenomena yang sangat indah,semua kitap memang mengharamkan hubungan sexual dari anal secara paksa,tapi jika anda benar benar mengkaji kitap anda dari awal sampai akhir dan bukan mendengar dari siapapun atau hanya beberapa baris di setiap bagiannya, anda akan menemukan bahwa Tuhan juga menciptakan kami kaum gay karena kami kaum gay tidak pernah menjadi masalah maupun penyimpangan,kami adalah bangsa yang damai yang tidak akan pernah menyulut peperangan maupun perselisihan, saya menanggis untuk anda yang meng-istighfar kan kami.kami bukanlah dosa, kami bukanlah aib,kami bukanlah hama di tanaman manapun,kami adalah solusi untuk semua pertikaian yang ada di dunia ini,jika anda mendengarkan doa kami yang masih mendoakan anda tetap sehat selalu, apakah doa kami tidak akan di terima,apakah doa permohonan kesembuhan dan kesehatan dari kami adalah dosa di mata dan hati anda."sebuah kedamaian adalah dimana perkataanmu, perbuatanmu dan kata hatimu berjalan dengan selaras"."sebuah cinta adalah hal yang sangat indah, mengapa harus menjadi dosa, cinta tidak pernah salah, cinta bukalah dosa".pandanglah mata diri anda, apakah anda menemukan roh anda sendiri di dalamnya? Jika anda menemukannya lalu tanyakan "mengapa saya adalah hetero? Sejak kapan saya memilih menjadi hetero? Apakah saya sudah tidak mempunyai dosa di mata Tuhan? Apakah saya punya teman yang sejagat dan sehati dengan saya? Apakah saya sudah membuat orang di sekitar saya tersenyum dari hati, bukan senyum yang palsu? Apakah saya bisa mengulurkan tangan persahabatan saya dengan iklas dan bukan karena saya memilihnya karena dia sangat soleha dan kelihatan beriman tinggi?
    Senyumlah secara tulus! Menanggislah bersama dengannya! Peluklah dia dalam kehangatan! Berilah doa secercah harapan!
    Apakah anda bisa?

    Reply
  • Steven Narfail  March 1, 2016 at 2:37 pm

    Yang menghakimi siapa, point nomor sepuluh sungguh sangat bisa di benarkan, saya punya saudari dan saya tidak mau dia di sakiti, tapi kenapa begitu banyak orang yang menyakiti kami, pria gay adalah pria yang paling meemahami hati wanita. Inga inga, banyak wanita memilih suami gay karena mereka adalah suami yang sangat bisa di andalkan tidak akan bertindak karena ego seorang lelaki tetapi karena perasaan yang sangat cocok

    Reply
  • Steven Narfail  March 1, 2016 at 2:41 pm

    Wees , you are so on fire my friend. Aku juga gay seperti kamida aku juga tidak suka di hakimi. Karena hanya Tuhan saja yang boleh menghakimi, tapi kamu jangan kasar, aku juga minta mereka bercermin dan rasakanlah, apakah roh kudus ada dalam hati mereka atau hanya ketakutan akan akhirat yang membuat mereka menjadi homophobic seperti itu

    Reply
  • Steven Narfail  March 1, 2016 at 2:45 pm

    Baca dari awal sampai habis jangan cuma satu ayat saja, memangnya anda profesor teologi, bisa mengatakan demikian. Profesir yang baik adalah mereka yang mempertanyakan kebenaran sebuah tulisan baik itu tulisan hipotesa biasa ataupun tulisan dari kitab suci. Sayangnya ibuguru saya tidak di sini, dia benar benar guru yang sangat kami sayangi karena pengertian dan menerima kami murid muridnya apa adanya. Hik hik, ibu guru, muridmu merindukanmu.

    Reply
  • Steven Narfail  March 1, 2016 at 2:47 pm

    Pondasi boleh, tetapi ketika hari penghakiman tiba, Dia tidak menanyakan "seberapa kuat imanmu, melainkan, seberapa tulus hatimu"

    Reply
  • Steven Narfail  March 1, 2016 at 2:49 pm

    I love you for saying that, thank you my dear lovely friend

    Reply
  • Steven Narfail  March 1, 2016 at 2:52 pm

    Kalo najis. Kenama kamu mau baca say, hati hati say kamu belum tentu suci, dengam kemajuan teknologi pria juga bisa melahirkan, tidak ada yang mustahil di mata Tuhan, dan jika begitu kenapa dia bisa membuat kesalaha dengan penyimpangan ini yang kami najiskan?

    Reply
  • Steven Narfail  March 1, 2016 at 2:59 pm

    Dear, i love you for saying that. Thank yoi for you support my dear, i prey for you dear. Makasih ya teman kamu berharga banget bagi kami. Makasih yah. All love and blessing for you

    Reply
  • Steven Narfail  March 1, 2016 at 3:11 pm

    Jawaban untuk no satu. Obat itu tentu benar benar ada, tetapi ada efek sampingnya, kami akan menjadi cowok bejat, saya tau formulanya tetapi karena efek obatnya sangat bahaya, tidak ada yang berani menciptakannya. Soal saya mau ambil atau tidak. Tentu saya mau obat itu tetapi saya sudah tau efeknya dan saya akan jadi cowok bejat yang kebal terhadap neraka, karena untuk menjadi straigh atau hetero seorang homo harus menghancurkan jati dirinya, dengan demikian menhancurkan rohnya, dengan demikian dia akan terbebas dari neraka dan surga dan tak akan perduli berapa istri yang ku punya yum. Jawaban kedua sangat mudah aku kaget gaydarmu tidak di kembangin, dear kembangkan gaydarmu dan gunakan itu untuk menemukan jawabannya dengan bantuan satu pikirkan lah apakah kami mau bahagia dari hatimu, atau mau membahagiakan orang lain tapi menyiksa diri, dan jika memang di larang tuhan maka jawablah. Kamu yang menciptakanku tuhan, kenapa pula mau menghukum ciptaanmu sendiri,. Jika tuhan melarang demgan segala kuasanya tidak mustahil kita dilahirkan hetero bukan?. Email aku deh di sean99dick@gmail.com untuk konsultasi dengan ku lebih lanjut

    Reply
  • Anonymous  March 2, 2016 at 5:57 pm

    normal atau tidak normal bukan krn jumlah. analoginya, klo anda memproduksi kunci dan anak kunci. produk yg gagal adalah kunci yg tidak bisa dibuka oleh anak kunci. disebut produk gagal bukan krn menjadi produk tsb adalah minoritas dibanding kunci yg diproduksi bisa saling membuka. sama seperti orientasi seksual. tuhan menciptakan manusia oengan tubuh dan organ tubuh yg didesain untuk saling melengkapi. maka ketidak normalan adalah ketika manusia yg menuruti nafsunya untuk menyukai sesama jenisnya. mereka sama spt kunci rusak yg merupakan produk cacat/tidak normal.

    Reply
  • Anonymous  March 2, 2016 at 6:14 pm

    itulah mengapa tuhan menciptakan manusia dengan akal. dengan akalnya manusia bisa mengatasi ketidak normalannya untuk mencoba menjadi 'normal'. bila anda dilahirkan tanpa tangan, anda tetap wajib menjalani hidup sebaik mungkin khan? dan dengan akal yg dimiliki anda bisa mencoba menjadi 'normal' dengan misalnya menggunakan kaki anda khan? merasa tersiksa krn menggunakan kaki sebagai pengganti tangan? itu adalah ujian. sama halnya spt kaum homoseksual tentu akan tersiksa bila memaksakan mencintai lawan jenis atau bahkan sama sekali tidak menikah. namun itu adalah ujian yg harus dihadapi. sama khan spt orang yg mempunyai kecenderungan untuk mencuri (kleptomania) apakah lantas dia harus mengikuti nafsu untuk terus mencuri? jd gunakan akal anda bukan hanya memperturutkan hawa nafsu.

    Reply
  • Anonymous  March 2, 2016 at 6:14 pm

    itulah mengapa tuhan menciptakan manusia dengan akal. dengan akalnya manusia bisa mengatasi ketidak normalannya untuk mencoba menjadi 'normal'. bila anda dilahirkan tanpa tangan, anda tetap wajib menjalani hidup sebaik mungkin khan? dan dengan akal yg dimiliki anda bisa mencoba menjadi 'normal' dengan misalnya menggunakan kaki anda khan? merasa tersiksa krn menggunakan kaki sebagai pengganti tangan? itu adalah ujian. sama halnya spt kaum homoseksual tentu akan tersiksa bila memaksakan mencintai lawan jenis atau bahkan sama sekali tidak menikah. namun itu adalah ujian yg harus dihadapi. sama khan spt orang yg mempunyai kecenderungan untuk mencuri (kleptomania) apakah lantas dia harus mengikuti nafsu untuk terus mencuri? jd gunakan akal anda bukan hanya memperturutkan hawa nafsu.

    Reply
  • Achmad Mujoko  March 11, 2016 at 7:23 am

    Gak pernah having seks sama perempuan dan laki-laki sebenernya hehehe

    Reply

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.