Bagi kebanyakan perempuan dan waria, menggunakan sepatu berhak tinggi  tentu merupakan sebuah kesenangan – kalau bukan kewajiban- untuk dapat tampil cantik dan menawan. Banyak teman-teman transgender memiliki koleksi sepatu hak tinggi yang beragam, mulai dari stiletto yang tertutup sampai sandal high heels yang beraneka warna. Namun tahukah anda bahwa menggunakan sepatu hak tinggi memiliki banyak efek samping, apalagi bila dipakai terus menerus?


Menurut sebuah survey yang dilakukan oleh Dongeui University, korea selatan terhadap 200 wanita muda, penggunaan high heels untuk berjalan dapat menyebabkan berbagai masalah, diantaranya yaitu membuat postur tubuh menjadi tidak stabil karena peningkatan tinggi pada pusat massa tubuh sehingga tubuh bagian atas menjadi lebih berat. penggunaan high heels juga menyebabkan sruktur tulang belakang menjadi rentan dan meningkatkan ketidaknyamanan dan tingkat nyeri pada punggung, yang akhirnya menyebabkan banyak kasus  low back pain atau sakit punggung, karena penambahan beban pada erector spinae.

Selain masalah pada punggung, penggunaan high heels juga bisa berakibat buruk pada struktur telapak kaki. Sebuah penelitian dari University of Maastricht, The Netherland membuktikan bahwa  penggunaan high heels meningkatkan tekanan yang dialami oleh telapak kaki terutama telapak kaki bagian tengah, yang merupakan bagian yaang paling lemah dari telapak kaki. Hal ini juga menjadi masalah tekanan tinggi pada kaki bagian tengah berakibat buruk terutama pada penderita diabetes dan rheumatoid arthritis.

Selain  masalah punggung dan telapak kaki, high heels juga berpengaruh buruk pada tubuh bagian  lutut dan tumit. Pada penelitian oleh Lowa state University USA, ditemukan bahwa penggunaan high heels dapat menambah tekanan pada lutut, terutama pada high heels dengan tinggi lebih dari 5 cm, yang pada akhirnya dapat meningkatkan resiko terkena Osteoarthritis dan kerusakan sendi lutut. selain itu, penggunaan high heels juga menambah tekanan pada sendi di tumit, yang pada akhirnya juga meningkatkan resiko terkena Osteorthritis.

Masalah lain yang dapat menghinggapi para pengguna high heels adalah masalah kecantikan kaki itu sendiri. Penggunaan high heels yang terlalu lama dan terlalu sering dapat menyebabkan pembuluh vena di bagian kaki menjadi membengkak dan terlihat dari luar, sehingga akhirnya pada kaki terdapat “urat-urat” kebiruan yang sangat mengganggu. Kasus seperti ini dapat dilihat pada kaki selebirit dunia seperti  Sarah Jessica Parker (yang ironisnya merupakan salah satu ikon pengguna high heels) seperti foto di bawah ini:



Jadi, kesimpulannya, teman-teman transgender perlu berhati-hati dalam penggunaan high heels secara berlebihan. Tidak perlu memakai high heels setiap hari, gunakan saja seperlunya bila memang ada acara besar yang memang memerlukan penampilan total. Selain itu, sebetulnya Flat Shoes yang tidak memiliki hak juga cukup cantik untuk digunakan.

(Akbar)

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.