Apakah Test HIV itu?
Voluntary Counseling and Testing (VCT) merupakan salah satu strategi kesehatan masyarakat yang dilakukan untuk menangani penyebaran HIV/AIDS (Depkes RI, 2006). VCT adalah proses konseling pra-testing, konseling post-testing atau testing HIV secara sukarela yang bersifat confidental (rahasia) dan secara lebih dini membantu orang mengetahui akan status HIV-nya.
Konseling pra-testing memberikan pengetahuan tentang HIV dan manfaat testing, pengambilan keputusan untuk testing, dan perencanaan atas issue HIV yang akan dihadapi. Konseling post-testing membantu seseorang untuk mengerti dan menerima status (apabila dinyatakan HIV+) dan merujuk pada layanan dukungan.
Voluntary Counseling Test (VCT) merupakan pintu masuk penting untuk pencegahan dan perawatan HIV.  Ada dua keuntungan penting bila seseorang sudah mengetahui status HIV-nya. Pertama, bila terinfeksi HIV, orang tersebut dapat mengambil langkah-langkah yang dipandang perlu sebelum gejala muncul, yang secara potensial dapat memperpanjang hidupnya selama beberapa tahun. Juga dapat mengambil segala kewaspadaan yang dipandang perlu untuk mencegah penyebaran HIV kepada orang lain. Kedua, bila diketahui tidak terinfeksi maka dapat melakukan tindakan hidup sehat untuk menghindari resiko tertular HIV.
Jadi secara singkat, VCT adalah tes dan pemeriksaan sukarela dari kemungkinan terkena infeksi menular seksual (IMS) atau HIV/AIDS yang diberikan rumah sakit (RS) dan puskesmas dengan dilakukan oleh seorang konselor VCT yang terlatih, yang dilakukan sebelum dan sesudah test darah untuk HIV di laboratorium.
Mengapa perlu adanya VCT ?
Tujuan utama VCT adalah untuk mendorong orang yang sehat, asimtomatik untuk mengetahui status HIV, sehingga mereka dapat mengurangi tingkat penularannya. VCT dapat menurunkan perilaku beresiko, terutama pada mereka yang telah dites dan dapat membantu beberapa program preventif di masyarakat.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, VCT dapat merubah perilaku beresiko dalam beberapa kelompok rentan terhadap HIV di masyarakat (Sangiwa G. Et al., 1998).
VCT perlu dilakukan karena merupakan pintu masuk untuk menuju ke seluruh layanan HIV/AIDS, dapat memberikan keuntungan bagi klien dengan hasil tes positif maupun negatif dengan fokus pemberian dukungan terapi ARV (Anti Retroviral), dapat membantu mengurangi stigma di masyarakat, serta dapat memudahkan akses ke berbagai layanan kesehatan maupun layanan psikososial yang dibutuhkan klien (Murtiastutik, 2008).
Siapakah yang dapat memanfaatkan VCT ?
VCT terbuka untuk siapa saja, yang secara sukarela tanpa paksaan ingin memeriksakan dirinya terhadap status kesehatannya. Baik untuk orang yang sehat tanpa gejala HIV (asimtomatik) maupun untuk orang dengan tada-tanda HIV. Seluruhnya bebas melakukan VCT dengan keinginan dan kemauannya sendiri tanpa paksaan dari pihak manapun.
Untuk informasi VCT di tempat kamu silahkan kunjungi website www.gueberani.com
Oleh : Sepi Maulana Ardiansyah

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.