Poster Stigma (1)Sobat bronis, kali ini kita mau sedikit ngebahas soal stigma. Mungkin bagi yang belum tau stigma itu apa, Stigma adalah Hukuman sosial yang ditujukan kepada seseorang dikarenakan ada sesuatu hal yang berbeda dari biasanya dan cenderung sebagai hal yang memalukan dan aib. Dan mereka yang merasa distigma akan merasa terbuang dan secara tidak langsung dicap sebagai “pendosa.”

Stigma sendiri muncul karena adanya norma-norma agama yang menjadi tolak ukur, apakah seseorang itu pantas mendapat stigma atau tidak. Karena untuk takaran stigma sendiri, seseorang itu “harus” berdosa atau tidak. Jika dinilai berdosa, maka stigma layak untuk disandangkan.

Selain itu juga masalah moralitas juga menjadi bagian dari munculnya stigma. Tatkala ada orang-orang yang masih yakin bahwa yang paling bermoral adalah yang paling benar, apa kabarnya orang-orang yang nasibnya tidak beruntung dan keadaan yang menuntutnya untuk melepas atribut moral yang selalu dijunjung tinggi di negeri kita yang tercinta ini. Terkadang, jubah moralitas terpaksa harus ditanggalkan demi sesuap nasi, demi menghidupi keluarga, demi mendapatkan pendidikan tinggi, demi strata sosial dan demi-demi yang lain.

Kondisi seperti diatas itulah pada akhirnya menjadi dilema tersendiri bagi mereka yang sudah tidak mempunyai pilihan. Logikanya, ketika seseorang masih perpegang teguh pada keyakinan untuk beragama, namun keyakinannya sendiri pula yang mengakibatkan hidupnya sendiri berada diujung tanduk. Antara mempertahankan keyakinannya atau pilihan terakhir yang berujung pada kepedihan.

Kalau sudah begitu, betapa stigma itu lebih berdosa dari dosa itu sendiri. Disini penulis tidak berupaya untuk menggiring sobat bronis untuk tidak menjadi beragama, malah sebaliknya, disini penulis mengajak semua sobat bronis untuk bisa berpikir jernih, betapa tindakan stigma terhadap segala hal adalah tidak ada gunanya. Stigma terhadap ODHA, terhadap pekerja seks juga stigma untuk para LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) termasuk bentuk stigma yang lainnya.

Sudah saatnya kita semua menghapus stigma. Stigma terhadap HIV/AIDS dan yang lainnya. Karena bagaimanapun juga, kemunculan stigma tidak akan mengubah suatu apapun menjadi lebih baik, justru semakin memperburuk keadaan. Sudah saatnya kita bersama-sama bergandengan tangan dan mengubah masalah yang tadinya milik personal menjadi masalah bersama. Dan disini rasa kemanusiaan itu difungsikan, lebih dari sekedar keyakinan. Berbagi kebaikan antar sesama. Itulah keindahan.

Oleh Imam Wahyudi

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.