ARV posterSetiap bulan Ramadhan, seluruh umat Islam diwajibkan menjalankan puasa mulai dari sebelum fajar sampai matahari terbenam. Termasuk kalian juga kan sobat Bronis 🙂

Rentang waktunya rata-rata mencapai 13-14 jam. Bagi sobat Bronis yang tidak memiliki masalah kesehatan, mungkin hal tersebut tidak terlalu berpengaruh yaaa.. Tapi gimana dong dengan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) yang setiap 12 jam harus meminum obat antiretroviral (ARV)?

Nah untuk yang belum tahu apa itu ARV, penulis jelasin sedikit yaa.. ARV atau antiretroviral adalah obat untuk menahan laju perkembangan HIV (virus penyebab AIDS). Aturan minum obat ARV sangat ketat loh guys, karena terkait langsung dengan tingkat perkembangan HIV di dalam darah. ODHA boleh saja berpuasa, namun dengan catatan harus terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter. Kondisi tubuh adalah faktor penentu apakah seseorang ODHA mampu berpuasa atau tidak lho sobat Bronis. Selain itu, kewajiban meminum ARV juga menjadi pertimbangan utama. Jika kondisi sudah sangat rentan dan tidak memungkinkan, aturan dan syarat puasa dapat dilakukan dengan membayar fidyah atau memberi makan bagi fakir miskin.

Keputusan untuk berpuasa atau tidak, memang ditangan kita yang ODHA. Namun, kita tetap harus mempertimbangkan dampaknya terhadap kesehatan selama berpuasa. Karena kurangnya pasokan obat ARV di dalam darah akan memberi peluang besar bagi virus HIV untuk berkembang biak. Yang benar-benar perlu diperhatikan adalah kesanggupan tubuh kita untuk menjalankan puasa tersebut. Jangan memaksakan diri. Namun, dengan berpuasa ODHA dilatih untuk disiplin dan membantu ODHA patuh minum ARV.

Bagi kita yang ODHA dianjurkan untuk mengonsumsi ARV jika CD4-nya di bawah 350. Ada yang tau apa itu CD4? CD4 adalah jenis sel darah putih atau limfosit. Sel tersebut adalah bagian yang penting dari sistem kekebalan tubuh kita guys. Dari aspek medis, tidak ada batasan CD4 yang bisa dijadikan patokan apakah seorang boleh berpuasa atau tidak. Ada beberapa persepsi tentang bagaimana waktu minum obat ODHA saat berpuasa, khususnya ARV.

Cara paling tepat mengonsumsi obat bagi ODHA adalah dengan mengubah waktu minum ARV disesuaikan dengan waktu makan bulan Ramadhan, yaitu mulai dari waktu berbuka hingga makan sahur dan sebelum imsak. Namun, perlu adaptasi kira-kira satu hingga dua minggu untuk minum obat dengan cara diundur atau majukan waktu sahur atau buka puasa. Adapun adaptasi lain adalah jumlah obat disesuaikan dengan kebutuhan ODHA dan jenisnya harus sesuai dengan kualitas makanan bergizi yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, serta air

Jadi, teman-teman ODHA tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan baik kok 🙂 Insya Allah jika kita niat baik untuk ibadah, semua akan berjalan dengan mudah dan mendapatkan keberkahanNya. Aminnn…

Sumber:
Odha Berhak sehat http://www.odhaberhaksehat.org/2013/odha-boleh-berpuasa/

Oleh: Fyan Abdullah

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.