PraySekitar 50 orang meninggal dalam aksi penembakan di Pulse, kelab malam di Orlando, Florida, Amerika Serikat. Sementara, 53 orang lainnya mengalami luka-luka dan saat ini sedang menerima perawatan medis.

Aksi penembakan dimulai sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Ketika itu, petugas terlibat dalam baku tembak di luar kelab, penembak kemudian berlari masuk ke dalam kelab malam dan mulai menyandera. Pihak berwenang bergegas masuk dengan merusak pintu dan seketika melumpuhkan pria bersenjata tersebut.Polisi Orlando mengingatkan warga setempat untuk menjauh dari lokasi penyerangan.
Omar Mateen yaitu pelaku penembakan sendiri tewas oleh polisi setelah sekitar tiga jam setelah penembakan terjadi. Menurut otoritas Orlando, pria kelahiran New York pada 1986 itu menyatakan terlibat kepada ISIS saat menelepon 911 ketika insiden masih berlangsung.

Ia juga ternyata pernah diwawancarai oleh FBI pada 2013 dan 2014 setelah mengekspresikan simpati terhadap pelaku pengeboman, namun tidak diselidiki karena FBI tak menemukan apa pun. Karenanya, pria yang sejak 2007 bekerja sebagai sekuriti di perusahaan G4S itu bebas membeli senjata secara legal hanya sekitar dua pekan sebelum ia menyerang Pulse
Otoritas Orlando mempertimbangkan aksi ini sebagai kekerasan dan teror domestik. Otoritas telah melibatkan Federal Bureau of Investigation (FBI) untuk menyelidiki kasus ini lebih lanjut.
Salah satu pemilik Pulse, kelab malam gay yang menjadi lokasi penembakan massal di Orlando, Amerika Serikat, mendirikan klub itu untuk menghormati saudaranya yang meninggal karena AIDS, serta untuk mendukung komunitas lesbian, gay, biseksual dan transgender. Barbara Poma membuka Pulse pada 2004 bersama dengan rekannya, Ron Legler. Kakak Poma meninggal karena AIDS pada 1991. Tempat hiburan itu juga ikut mempromosikan hak-hak komunitas gay dengan berbagai acara. Pulse merupakan satu dari lima bar gay di Orlando.

Sebagai informasi, penembakan di kelab malam ini hanya berselang satu hari dari insiden penembakan penyanyi Christine Grimmie, vokalis jebolan The Voice. Ia ditembak mati oleh pria bernama Kevin James Loibl saat memberikan tanda tangannya kepada penggemarnya.

Tidak ada tradisi keagamaan yang bisa membenarkan atau memaafkan tindak kekerasan yang kejam dan tidak berperasaan itu.

(Imam Tariq Rasheed dari Islamic Center di Orlando)

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.