Date app 1Beberapa waktu yang lalu, Brondongmanis pernah membahas mengenai tipologi pengguna grindr  http://brondongmanis.com/2014/09/11/grindr-the-gay-lifestyle/. Dalam tulisan itu, Brondongmanis telah mengulas mengenai empat tipe pengguna grindr. Ada orang yang mencari teman, cinta, seks, dan uang. Tapi semakin kesininya, grindr semakin di labelkan hanya untuk mencari kesenangan atau seks semata.

Mungkin atau tidak sih kita mencari pasangan cinta di dating app? Jawabannya mungkin kok sobat. Coba sobat selami lebih dalam pengguna dating app seperti grindr, tinder, jack’d, blued, dan sebagainya.

 

Sobat, kita semua memiliki yang namanya ekspektasi. Menurut kamus besar Merriam-Webster, ekspektasi atau expectation dalam bahasa Inggris adalah kepercayaan terhadap sesuatu yang akan terjadi atau mungkin terjadi. Setiap manusia pasti memiliki ekspektasi, biasanya ekspektasi ini dilimpahkan kepada orang lain. Hal sederhana, misalnya dari rambu jalan. Ketika kita berjalan saat lampu berwarna hijau, kita berekspektasi bahwa pengemudi di sisi jalan lain berhenti agar kita bisa melaju. Dan ini juga terjadi di dating app, kita mengekspektasikan sesuatu kepada orang lain di dating app. Jika kita mengekspektasikan orang lain untuk chat kita di dating app dengan deskripsi kita yang menunjukkan bahwa diri kita sedang mencari Long Term Relationship (LTR), maka sebenarnya kita akan mendapatkan orang dengan LTR.

“Do not expect anything, you just need to prepare it” .

Kadang kita memang mengekspektasikan tinggi kepada orang lain, misalnya kita ingin pasangan yang tampan, pasangan yang bertubuh kekar, dan juga memiliki pribadi yang sempurna. Ingat Sobat, di dunia ini tidak ada yang sempurna. Yang perlu kita lakukan adalah “menyiapkan”. Karena, apa yang kita ingin lihat dari orang lain, adalah apa yang ingin orang lain lihat pada diri kita. Jika kita mengekspektasikan orang lain dengan sosok yang sempurna, kita juga sebenarnya diekspektasikan menjadi orang yang sempurna. Maka dari itu penting banget buat kita untuk :

1) Do not expect,

2) Get ready for the best one by to be the best you.

Jadi mungkin banget kalau mencari pasangan romantis di dating app. Tapi apakah kita sudah selesai dengan definsi jodoh?

Menurut Rangga Wirianto Putra dalam novelnya bertajuk The Sweet Sin ia menjelaskan bahwa jodoh harus diperjuangkan agar menjadi takdir. Jodoh hanya setengah dari takdir. Jodoh itu pilihan, termasuk mempertahankannya atau melepaskannya dengan persetujuan Tuhan. Jodoh itu hanya sebagian dari takdir sobat, jodoh bisa saja ternyata orang yang bukan kita cari di dating app, tapi justru sahabat kita, atau bahkan teman “having fun” kita.

Salah satu permasalahan ketika tertarik pada seseorang bagi kelompok heteroseksual adalah memastikan apakah dia tertarik dengan kita atau tidak. Namun dalam kelompok LGBT, setidaknya ada dua beban, yaitu

1) apakah dia memiliki orientasi seksual yang sama atau tidak, dan

2) apakah dia tertarik dengan kita atau tidak.

Kelompok heteroseksual mungkin tidak terlalu dibebankan dengan poin No. 1, karena masyarakat memang masih menjunjung tinggi nilai heteronormatifitas sehingga asumsi dasar masyarakat adalah “semua orang adalah heteroseksual”. Nahh, dengan dating app inilah setidaknya bisa membantu kita menyelesaikan persoalan.

 

 

Oleh : Achmad Mujoko

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.