poli_okHubungan percintaan bukan hanya untuk heteroseksual, namun juga pasangan homoseksual, biseksual, atau lainnya. Permasalahan-permasalahan dalam hubungan percintaan memang sering sekali silih berganti. Mulai dari permasalahan finansial, permasalahan emosi, hingga permasalahan kedewasaan seperti rasa cemburu.

Tapi semua itu adalah wajar, karena dalam menjalin sebuah hubungan kita tidak luput dari yang namanya masalah. Karena menurut Brondongmanis, menjalin sebuah hubungan adalah sebuah proses belajar untuk saling menghargai satu sama lain dan bagaimana caranya menyelesaikan masalah, serta menjadi dewasa.

Rasanya sering sekali terjadi permasalahan hubungan karena selingkuh. Namun yang menjadi pertanyaan besar, apakah mungkin dalam hubungan kita berselingkuh?

Selingkuh pada dasarnya adalah perbuatan atau aktivitas yang tidak jujur dan menyeleweng terhadap pasangannya, atau istilah lainnya adalah menyelewengkan kesepakatan yang telah dibentuk dalam berpasangan.

Pertanyaan terbesar itu hanya bisa dijelaskan jika kita telah memahami konsep kesepakatan dalam hubungan. Kesepakatan menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah sama-sama menyetujui. Sama-sama menyetujui, maksudnya semua pihak yang terlibat dalam keputusan dan memiliki posisi yang setara untuk memutuskan suatu hal.

Menurut Brondongmanis, selingkuh menjadi tidak mengenakkan karena adanya ketimpangan dari pengambilan kesepakatan antara pihak yang terlibat.Lalu bagaimana dengan selingkuh yang disepakati? Dalam membuat keputusan, kita pasti mengetahu apa risiko dan konsekuensi dalam keputusan itu. Misalnya kita memutuskan untuk makan, maka konsekuensinya adalah kita kenyang, namun risikonya adalah uang kita habis. Semua keputusan terdapat konsekuensi dan risikonya masing-masing. Demikian dengan mengambil keputusan dalam hubungan.Memang ada baiknya kita mengkomunikasikan segala hal yang berkaitan dengan hubungan kita dengan pasangan kita, termasuk jika kita sudah tidak mencintainya lagi. Pasti ada resikonya, resiko diputusin, resiko marahan, dan sebagainya.

Dalam kamus Yunani memahami bahwa kasih itu terdapat empat bentuk:  Eros, Agape, Philia, dan Storge. Agape; artinya kasih yang tanpa perhitungan dan tanpa peduli orang macam apa yang dikasihinya. Philia; berarti kasih sayang yang sejati antar sahabat dekat. Biasanya kasih ini tidak mempunyai hubungan darah. Kasih ini lebih kepada persahabatan. Eros; artinya kasih asmara antara dua manusia yang menjalin asmara, biasanya juga dikaitkan dengan seks. Sementara itu Storge; kasih mesra dari orang tua kepada anaknya dan begitu juga sebaliknya.

Dari penjelasan diatas, sebenarnya manusia dalam satu waktu bisa mengasihi atau menyayangi 4 entitas sekaligus. Ini artinya, manusia memang ditakdirkan untuk berselingkuh. Dan memang, kita kadang agak egois kepada pasangan kita untuk tidak menyayangi orang lain, bahkan pada sahabatnya sendiri.

Namun ada yang unik dari kesepakatan yang diambil oleh pasangan poliamor. Poliamor secara kebahasaan berasal dari kata poly dan amory. Poly artinya banyak atau jamak, sedangkan amory adalah cinta. Secara bahasa, dengan demikian, poliamor berarti banyak cinta. Secara terminologis poliamor adalah konsep cinta yang terbuka dan bebas dalam membangun relasi cinta. Dalam poliamor, semua orang adalah peserta bebas atau partisipan. Dalam partisipan diandaikan kemitraan dalam pelaksanaannya. Adalah kemitraan merupakan prasyarat dalam membangun atau menjalankan relasi cinta.

Poinnya adalah bagaimana dalam hubungan, kita bisa menjadi memahami bagaimana kebutuhan masing-masing individu dan memahami bahwa kita tidak bisa melulu dikekang oleh satu pihak. Bukan berarti Brondongmanis mengajarkan untuk selingkuh. Tapi bagaimana agar kita bisa saling menjaga hubungan.

Oleh : Achmad Mujoko

 

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.