hormonal

Pil KB mungkin dianggap sebagai hormonal paling praktis yang bisa digunakan oleh Waria untuk melakukan transisi. Penggunaan pil KB ternyata tidak tepat untuk waria, karena komposisi hormon yang ada tidaklah sesuai dengan kebutuhan transisi waria. Namun, dibalik kebutuhan hormonal bagi waria, akses hormon dan konsultasi hormon bagi waria masih sangat minim di Indonesia.

Tulisan ini akan menjelaskan mengenai bagaimana penggunaan hormon untuk waria. Tapi, sobat harus perhatikan bahwa yang paling penting dalam penggunaan hormon bagi waria adalah konsultasi dengan ahlinya. Tapi Brondongmanis sadar, informasi akan hormonal untuk waria masih sangat sedikit di Indonesia. Lalu, brondongmanis juga akan coba untuk mengulas sedikit mengenai hormonal buat sobat yang ingin melakukan transisi.

Apa hormon yang biasanya Sobat akses? Pil KB? Tapi tunggu! Pil KB sebenarnya tidak dianjurkan untuk waria. Hormon yang dianjurkan untuk waria adalah kombinasi antara esterogen dan anti-androgen. Hormon esterogen berfungsi untuk meningkatkan pertumbuhan payudara, hingga perubahan suara. Sementara hormon anti-androgen menekan perkembangan hormon laki-laki yang ada di tubuh kita. Dan perlu diingat, hormon tidak dapat mengubah struktur tulang, bentuk wajah, pinggul, tinggi badan, atau ukuran kaki dan tangan. Kenapa pil KB tidak dianjurkan untuk waria? Karena pil KB tidak mengandung hormon anti-androgen dan mengandung hormon progesteron yang memiliki banyak efek samping.

Brondongmanis sangat menganjurkan kepada teman-teman waria untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan hormon. Karena, hormon biasanya disesuaikan dengan kondisi tubuh sobat. Tapi ingat, harus memperhatikan dosis penggunaan. Dan akan lebih baik lagi jika sobat berkonsultasi dengan dokter hormon. Karena penting buat sobat tahu, setiap orang memiliki keunikan untuk hormonnya. Orang dengan HIV juga tentunya berbeda dengan orang HIV-. Untuk sobat yang mengonsumsi ARV, penting buat sobat untuk konsultasi dulu dengan dokter. Karena bisa saja hormon yang tepat buat sobat justru berbeda sesuai dengan indikasi medis sobat.

Tapi, buat sobat yang mau melakukan transisi, jangan pernah mengonsumsi hormon seperti makan permen atau seenaknya. Karena biasanya, teman-teman waria berasumsi, semakin banyak hormon yang digunakan, maka efeknya akan semakin cepat. Salah dan bahaya. Karena, hormon ini memiliki banyak efek samping, misalnya akan mempengaruhi mood, permasalahan fungsi hati, hingga penyakit jantung. Perubahan fisik dengan penggunaan hormon ini berlangsung sangat lama, jadi jangan sampai sobat mengonsumsi hormon dengan tidak memperhatikan dosisnya.

Oleh : Acmad Mujoko

Referensi : ISEAN ASIA. (n.d.). Panduan Kesehatan untuk Waria. Retrieved from TG ISEAN ASIA: http://tg.isean.asia/waria-dan-konsep-cantik/informasi-seputar-penggunaan-hormon/

 

 

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.