Belakangan ini, isu pornografi kembali marak di blow up ke ranah publik. Sebenarnya apa sih definisi pornografi tersebut??.

Menurut Rancangan Undang-Undang Pornografi, pornografi di definisikan sebagai materi seksualitas yang dibuat oleh manusia dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, patung, atau bentuk pesan komunikasi lain melalui berbagai bentuk media komunikasi dan atau pertunjukan dimuka umum yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan atau melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat.

RUU pornografi sendiri mulai diajukan sejak 14 Februari 2006, saat itu masih bernama RUU APP atau Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi. Setelah melalui beberapa tahap peninjauan dan penundaan yang cukup panjang  pada tanggal 30 Oktober 2008 RUU APP baru disahkan menjadi Undang-undang Pornografi.

Sejak disahkannya UU Pornografi, sudah banyak kasus terkait pelanggaran UU Pornografi yang menjerat masyarakat. Hingga saat ini keberadaan UU Pornografi masih menjadi pro dan kontra di masyarakat karena dianggap menyudutkan perempuan dan komunitas LGBT secara umum. Undang-undang Pornografi tidak berlaku jika digunakan untuk keperluan kesehatan dan pendidikan.

Berikut ini beberapa pasal dalam Undang-Undang pornografi yang seringkali menjerat masyarakat :

  1. Pasal 5 à Mengunduh konten pornografi
  2. Pasal 4 ayat 1 à Memproduksi dan membuat Konten pornografi
  3. Pasal 6 à Menyimpan, memperdengarkan, dan mempertontonkan konten pornografi
  4. Pasal 8 dan 9 à Menjadi Objek Pornografi

 

Oleh : Irfani

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.