PENTINGNYA PENDIDIKAN SEKS PADA USIA REMAJA

Saat remaja adalah saat yang paling membahagiakan, hal ini berhubungan dengan saat remaja adalah waktu yang memungkinkan untuk lebih produktif melakukan berbagai macam kegiatan. Hal tersebut harus didukung dengan gaya hidup remaja yang sehat dan positif. Masalah kesehatan yang dialami oleh remaja sebagian besar terjadi sebagai dampak dari kecerobohan, rasa ingin tahu yang berlebihan, ketidaktahuan, dan lingkungan yang kurang kondusif. Akibatnya, remaja mudah melakukan tindakan negatif yang berakibat buruk terhadap kesehatannya. Remaja adalah kelompok paling rentan dengan isu hamil di luar nikah, aborsi, kekerasan seksual, candu narkoba, bahaya penyakit menular seksual atau HIV dan AIDS.  Edukasi mengenai seksualitas pada remaja masih sangat sulit untuk dilakukan , bukan lagi pilihan melainkan kewajiban. Namun bagaimana menempatkan diri menerima pendidikan seks ketika lingkungan tak memberi solusi untuk kita memperolehnya?

Pendidikan seks itu sebagai fondasi yang sebenarnya berasal dari keluarga, memberikan pengertian dan pemahaman kepada anggota keluarga sangat penting dilakukan agar tidak terjadi hal yang diinginkan dan rasa ingin tahu dari orang lain. Banyak orang tua yang tidak sama sekali memberikan informasi yang kompherensif mengenai seks, jangankan seks penyebutan alat kelaimn saja masih menggunakan istilah, contoh penis dibilang burung, vagina disebut apem. Obrolan tentang seks di lingkungan sekolah dan pendidikan bukan saja hal yang tabu tapi juga memunculkan stigma-stigma buruk dan prasangka.

Dunia pendidikan saat ini sudah mengalami perkembangan, informasi yang didapatkan berasal dari pelajaran biologi ataupun pendidikan jasmani dan kesehatan, sayangnya edukasi yang dilakukan tidak merata terutama pada sekolah agama yang sangat menentang sekali edukasi mengenai kesehatan reproduksi. Banyak remaja mengakses internet untuk mencari informasi mengenai seksualitas dan reproduksi dan tidak sedikit yang mendapatkan informasi yang berkonten negatif dan mempengaruhi psikis remaja tersebut dan salah mengambil langkah, yaitu terjadinya seks bebas dengan perilaku seks yang beresiko, memungkinkan remaja rentan sekali terkena HIV dan AIDS.

Era digital yang berperan membantu proses edukasi,Ketika mereka tak terpanggil untuk mencari-cari informasi soal seksualitas, maka pendidikan seks masih dianggap tak begitu penting apalagi berpengaruh untuk hidup mereka. Padahal remaja adalah kalangan yang paling haus pengarahan soal seksualitas, usia remaja adalah usia puberitas.

Seks adalah soal kebebasan hak dan kebebasan itu harus tergantung pada kedewasaan pilihan orang-orang tersebut secara pribadiItulah kenapa seharusnya pendidikan seks dan reproduksi, pentingnya setara dengan pendidikan agama. Kenapa iman harus dididik dan ditelaah namun seksualitas tidak? Harus dipahami bahwa seksualitas adalah bagian yang tak terpisahkan dari manusia itu sendiri dimana pembentukan sikap dan penguasaan oleh individu sangat diperlukan. Maka menjadi jelas bahwa pendidikan seks adalah hak untuk dihadirkan di Indonesia. Ketika pengenalan soal reproduksi saja tidak ada bagaimana mau mencari tahu soal informasi mendalam terkait dampak-dampak buruk yang bisa disebabkan olehnya seperti penyebaran HIV dan AIDS serta penyakit menular seksual?

Banyak juga yang salah mengartikan membicarakan tentang seksualitas secara terbuka adalah tentang membicarakan pengalaman pribadi diri sendiri dan membaginya pada semua orang. Pengalaman seks ada dalam wilayah privacy dan hak orang tersebut untuk membagi atau memilih tidak menceritakannya. Edukasi seks yang dilakukan secara terbuka disini lebih pada adanya pengenalan dan pemahaman yang tidak sepotong-potong soal informasi kesehatan seksual serta mendapat opsi-opsi untuk mencegah dampak buruknya.

Pada akhirnya, label “remaja sehat” seharusnya tak lagi sempit dimaknai sebagai “tidak terpengaruh pergaulan bebas”.  Remaja sehat adalah definisi remaja yang paham kesehatan seksual dan reproduksi secara menyeluruh, yang tahu apa dampak buruknya seks tanpa pengaman, yang merupakan perilaku seks beresiko.

Author : Firman

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.