PERBEDAAN TRANSGENDER DAN TRANSSEKSUAL

Halo Sobat Bronis, kali ini kita ingin menggali lebih mendalam mengenai Transgender. Apa sih itu Transgender ? Sebelum membahas lebih jauh Transgender. Pahami dulu apa yang dinamakan Gender, itu adalah refleksi manusia terhadap dirinya sendiri, yang terbentuk dari konstruksi peran sosial, aktivitas, tingkah laku, dan lingkungan. Ingat loh Transgender bukan berarti orang tersebut mengganti jenis kelamin-nya, kita harus mengetahui perbedaan Transgender dengan Transseksual. Transgender dengan Transseksual berbeda,  yaitu perbedaan antara gender dan seks.

Dengan demikian, trasnsseksual dapat dimengerti lebih mengarah kepada segi fisik dari seks seseorang sementara transgender lebih terfokus kepada kondisi gender internal dan juga aspek sosial yang dapat berkaitan dengan gender tersebut. Kesimpulannya adalah Transgender belum mengubah secara fisik alat vital seks secara biologis, sedangkan Transeksual mengubah fisik dari seks seseorang. Transgender terbagi menjadi dua, yaitu Transpuan dan Transman. Transpuan, mengacu kepada seseorang yang transgender laki-laki-ke-perempuan, Transman seseorang yang transgender perempuan-ke-laki-laki. Keputusan untuk melakukan transisi gender adalah hal yang tidak sederhana.

Transisi gender dilakukan dengan didahului serangkaian pemeriksaan fisik maupun psikologis untuk mengurangi risiko yang mungkin timbul, ada beberapa pilihan cara yang dapat ditempuh, diantaranya adalah :

  • Terapi penggantian hormon

Bagi transgender pria, terapi penggantian hormon berperan merangsang pertumbuhan kumis dan ciri fisik maskulin lain, mulai dari kulit, rambut, suara, hingga distribusi lemak. Sementara bagi transgender wanita, terapi penggantian hormon berperan untuk memunculkan payudara dan mengalokasikan distribusi lemak tubuh.

  • Operasi
    Bagi transgender wanita, operasi dilakukan untuk mengubah suara, wajah, kulit, jakun, pinggul, payudara, pantat, dan organ kelamin. Sementara operasi untuk transgender pria, untuk mengubah tampilan dada, organ kelamin, mengangkat rahim (histerektomi), tuba falopi, dan ovarium.

Terapi hormon pada transgender juga berisiko menimbulkan dampak terhadap kesehatan dalam jangka panjang, sayangnya akses terhadap layanan kesehatan bagi transgender masih banyak hambatan yang terjadi, yaitu Stigma dan Diskriminasi di Layanan Kesehatan dan masih Terbatasnya informasi dan layanan kesehatan.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Transgender

Oleh : Firman

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.