I was bruised and battered, I couldn’t tell what I felt

I was unrecognizable to myself

I saw my reflection in a window, I didn’t know my own face

Oh brother are you gonna leave me wastin’ away

On the Streets of Philadelphia

“Streets of Philadelphia” by Bruce Springsteen

Philadelphia, 1993, adalah kota di Amerika dengan banyak gedung-gedung bersejarah, masyarakat yang majemuk, di musim panas warganya banyak beraktivitas di ruang terbuka publik, dan seperti kota-kota lain pada umumnya, juga memiliki wilayah kumuh serta gelandangan yang hidup di jalanan. Inilah kota tempat John Hancock –presiden AS tahun 1776– menandatangani Declaration of Independence, tempat lahirnya kebebasan di Amerika. Tapi apakah “kebebasan” itu berlaku bagi salah satu warganya?

Andrew Beckett –Andy– yang diperankan sangat baik oleh Tom Hanks, adalah pengacara jempolan yang bekerja di firma besar Wyant, Wheeler, Hellerman, Tetlow & Brown (WWHTB), tapi mendadak dipecat dengan alasan tidak kompeten pada pekerjaannya. Andy sendiri merasa alasan pemecatan itu mengada-ada dan menduga alasan sebenarnya adalah karena dia gay dan mengidap AIDS. Andy lalu menyewa Joe Miller, seorang pengacara yang rajin mengiklankan diri di teve lokal demi mendapat klien. Andy dan Miller sendiri pernah saling berhadapan pada sebuah kasus konstruksi di kota. Miller sebenarnya jijik dengan kelakuan para tutti-frutti (gay) seperti Andy. Tapi Miller adalah pengacara yang berdedikasi dan butuh klien. Jadi mereka pun akhirnya memutuskan bertarung bersama melawan diskriminasi korporasi raksasa.

Philadelphia, 1993, luberan informasi untuk publik belum sederas sekarang. Bahkan banyak yang masih belum paham benar tentang AIDS dan cara penularannya saat itu. Berita besar kematian Freddie Mercury karena AIDS pada 1991, sepertinya belum menohok kalangan lebih luas untuk mengenal lebih dalam tentang AIDS. Seorang intelektual seperti Joe Miller pun terhenyak dan langsung melepas jabat tangan Andy seketika setelah Andy bilang mengidap AIDS. Hal itu mungkin masih bisa ditemui di era sekarang ini. Di zaman ketika informasi tumpah ruah di internet, masih saja ada yang beranggapan AIDS dapat menular melalui sentuhan tangan. Benar memang bila dikatakan bahwa tidak semua pengguna smartphone itu smart.

Jonathan Demme, sang sutradara yang sebelumnya menggondol Oscar untuk film The Silence of The Lambs (1991), banyak menggunakan medium shot sampai big close up di film ini. Karakter-karakternya pun disorot langsung menghadap kamera ketika berbicara, seolah-olah berdialog langsung dengan kita penonton. Kita dapat melihat akting luar biasa Tom Hanks yang sangat brilian memerankan pengidap AIDS yang lemah secara fisik tapi mencoba tangguh secara psikis dan emosi. Academy pun mengganjar Tom Hanks sebuah Oscar untuk aktor terbaik. Film ini lebih memfokuskan perjuangan Andy dan Joe di ruang pengadilan dibanding membeberkan masalah ke wilayah yang lebih luas. Seperti misalnya terbelahnya opini publik kota atas kasus ini. Sutradara dan penulis skenario hanya menunjukkan itu sekilas saja. Dengan pemfokusan masalah pada kehidupan Andy saja, maka konflik akan terasa lebih personal. Itu adalah kelebihan dari film ini.

Philadelphia, 1993, seperti penggalan lirik di bagian atas artikel, kondisi Andy yang semakin lemah memaksa dia berlomba dengan waktu untuk meraih kembali kebebasannya, kebebasan untuk hidup setara dengan orang lain dan tidak dicabut haknya secara paksa. Perang diskriminasi dan stigma masyarakat akan terus berlangsung sampai sekarang dan masa yang akan datang. Kita tutup ulasan film ini dengan perkataan menggebu-gebu Joe Miller:

“We’re standing here in Philadelphia, the, uh, city of brotherly love, the birthplace of freedom, where the, uh, founding fathers authored the Declaration of Independence, and I don’t recall that glorious document saying anything about all straight men are created equal. I believe it says all men are created equal.”

(NFD).

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.