“LAWAN DAN LAPORKAN, PELAKU PELECEHAN SEKSUAL”

Pernah mengalami pelecehan seksual, kisah ini merupakan sepenggalan cerita mengenai pelecehan seksual yang dialami oleh salah satu kawan. Pelecehan seksual yang dilakukan oleh satu teman kamar Apartemen di bilangan, Jakarta Selatan. Teman yang sudah lama dikenal dan dianggap sebagai sahabat. Pelecehan seksual ini bukan hanya terjadi di Kamar Apartemen saja, melainkan ke lingkup pekerjaan yang dimana pelaku juga rekan kerja dan satu kantor. Pelecehan seksual yang dilakukan diantaranya memegang bagian bokong secara tidak kasar dan pelecehan seksual juga dialami melalui tindakan verbal.

Mengetahui salah satu teman saya mengalami pelecehan seksual, ada beberapa tindakan yang harus dilakukan kepada korban pelecehan seksual, dengan melakukan beberapa tindakan perlawanan, bukan hanya diam saja karena lambat laun, jika ada kesempatan tindakan pelecehan seksual tersebut bisa menjadi fatal. Tindakan yang disarankan diantaranya adalah melakukan tindakan Advokasi. Tindakan yang harus dilakukan, diantaranya :

  1. Berbicara secara terus terang kepada pelaku, bahwa hal yang dilakukan oleh pelaku membuat korban merasa tidak nyaman dengan tindakan memegang alat kelamin ketika sedang di tempat kerja ataupun sedang berduaan dengan pelaku di Apartemen.
  2. Memberitahu untuk berhenti melakukan tindakan pelecehan seksual tersebut. Ancam dia jika tetap melakukan tindakan yang kurang senonoh tersebut dengan melaporkan ke atasan atau berurusan dengan hukum yang berlaku melalui aparat penegak hukum
  3. Mencari tahu informasi mengenai SOP kepegawaiaan mengenai tindakan pelecehan seksual dan sangsi apa yang akan dikenakan kepada pelaku pelecehan seksual.
  4. Tindakan alternatif jika tidak berani melaporkannya kepada atasan dengan menuliskan melalui surat secara detail kronologis pelecehan seksual yang terjadi
  5. Dokumentasi adalah hal yang penting, ketika pelaku tidak sadar akan tindakan yang dilakukan. Dokumentasikan tindakan tersebut dan bisa menjadi barang bukti yang kuat bahwa “Anda” telah mendapatkan pelecehan seksual.
  6. Mencari Saksi yang melihat secara langsung tindakan pelecehan seksual atau meminta bukti rekaman CCTV jika ada sebagai barang bukti

Tindakan-tindakan tersebut jika tidak berhasil dilakukan dengan tindakan musyawarah dan penyelesaiaan secara bersama, dapat melaporkan dan meminta asistensi kepada salah satu lembaga  LSM yang bergerak pada isu HAM dan penanganan kasus pelecehan seksual untuk mendampingi penyelesaiaan masalah tersebut ataupun lembaga bantuan hukum. Sebagai bagian dari langkah advokasi kepada layanan bantuan hukum untuk meminta bantuan hukumnya.

JANGAN HANYA DIAM, laporkan sekarang juga jika salah satu dari anda mengalami hal tersebut.

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.