Hari Pemuda Internasional atau International Youth Day (IYD) 2018 diperingati setiap tanggal 12 Agustus sebagai peluang bagi Pemerintah, NGO dan Masyarakat untuk memerhatikan isu kepemudaan. Selama IYD, konser, pertunjukkan seni, musik, lokakarya, acara budaya dan pertemuan yang melibatkan pejabat pemerintah baik tingkatan Nasional maupun Lokal dan keikutsertaan organisasi yang bergerak di bidang kepemudaan dapat menjadi kegiatan kolaboratif bersama untuk mendukung isu kepemudaan sebagai tujuan bersama.

Pada tahun 2018, Slogan International Youth Day adalah Ruang Aman untuk Pemuda #SafeSpaces4Youth. Pemuda, Pemudi memiliki peran positif dalam menciptakan dan mengembangkan ruang aman dan ramah untuk remaja dan anak muda dengan lingkungan yang inklusif, menghargai perbedaan dan mengurangi stigma dan diskriminasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2016, bahwa jumlah penduduk usia produktif (15 – 64 tahun) sekitar 174 juta atau 67% dari jumlah penduduk Indonesia dari 258 Juta Orang.

Hal ini memperkuat asumsi bahwa Indonesia memang sudah mulai memasuki era bonus demografi. Bayangkan bagaimana bonus demografi tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik sebagai sumber daya penopang utama pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Banyak Faktor penghambat untuk memanfaatkan bonus demografi tersebut, dimana anak muda tidak dapat berekspresi, berdiskusi, mengungkapkan pendapat dan isu pengarusutamaan gender, kesetaraan gender masih dianggap tabu untuk dibicarakan di masyarakat. Padahal hal tersebut juga sebagai kekuatan kita untuk mendorong pembangunan berkelanjutan, yaitu mengenai gender equality yang dimana Indonesia juga berkomitmen untuk isu SDG’s 2030.

Selain itu konstruksi sosial pada masyarakat yang menggangap anak muda tidak bisa berbuat apa-apa, dipandang sebelah mata, sterotipe negatif dan relasi kuasa yang terjadi di berbagai sektor yang membuat ruang gerak anak muda menjadi terbatas untuk melakukan hal yang positif. Faktor ekonomi juga mempengaruhi perilaku anak muda melakukan tindakan negatif, ditambah lagi anak muda adalah usia mencari jati diri, siapa dirinya sebagai proses penerimaan diri menjadi dewasa. Dimana ruang aman dan ramah bagi remaja dan anak muda, meliihat kondisi yang terjadi. Sekarang, bagaimana kita bersikap untuk menjawab permasalahan tersebut dimulai dari kita sendiri untuk membuat perubahan yang besar.

Hargai pendapat orang lain, hargai hak orang lain dan memperjuangkan hak-hak pada anak muda untuk mempunyai ruang gerak yang lebih ekspresif, berdiskusi, bebas menyampaikan pendapat, bebas dari bullying, melawan tindakan ekstrimis, pemenuhan kesehatan seksual dan reproduksi dan pendidikan yang lebih baik, jangan sampai hak kita direnggut, mari kita perjuangkan untuk INDONESIA yang lebih baik.

HAPPY INTERNATIONAL YOUTH DAY 2018, SOBAT BRONIS.

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.