Baru saja tanggal 26 Oktober lalu dunia memperingati Hari Interseks Internasional sebagai sebuah upaya meningkatkan kesadaran bahwa interseks itu ada dan menjadi bagian dari masyarakat kita. Hari itu muncul karena masih banyak orang yang ga paham tentang interseks dan cenderung salah kaprah mengaitkannya dengan hermafrodit atau kelamin ganda. Kali ini kami akan bahas seluk beluk Interseks supaya kita bisa lebih kenal dan memahami mereka.

intersex /ˈɪntəsɛks/ The condition of having both male and female sex organs or other sexual characteristics.

Interseks adalah istilah umum yang merujuk pada ragam ciri fisik dan kondisi kesehatan yang menyebabkan seseorang terlahir dengan kromosom, kelenjar kelamin, dan/atau alat kelamin yang lebih bervariasi dari apa yang biasa disebut perempuan atau laki-laki. Hal ini membuat seorang interseks tidak bisa dikategorikan secara medis baik sebagai perempuan ataupun laki-laki.

Istilah ini telah digunakan dalam perawatan medis di berbagai periode sepanjang sejarah. Saat ini, dalam bidang kedokteran, lebih umum merujuk orang-orang interseks sebagai orang dengan “Perbedaan Perkembangan Seksual” atau “DSD – Differences of Sex Development.” Tapi kelompok masyarakat interseks sering menganggap terminologi itu ofensif dan tidak akurat. Saat ini, bagaimanapun, istilah itulah yang digunakan kebanyakan dokter.

Menurut Intersex Society of North America, kasus interseks ini rasionya 1:100. Itu artinya, dari seratus bayi yang lahir, peluang terjadinya interseks ada 1. Kondisi biologis pada orang-orang yang mengalami kasus interseks tak selalu ditemukan saat mereka baru dilahirkan, ada juga yang baru tersadar saat masuk ke dalam masa pubertas. Pada masa ini, seseorang akan merasa ada yang tidak biasa pada tubuhnya. Pada masa ini pula, mereka bisa mengubah atau memperbaiki kondisi biologis yang sudah ada.

Interseks sama dengan transgender atau hermafrodit?

Interseks tidak sama dengan transgender – istilah lain untuk menggambarkan individu yang mengidentifikasikan dirinya tidak sesuai dengan jenis kelamin yang didapat sejak lahir. Transgender memiliki jenis kelamin yang jelas teridentifikasi sebagai laki-laki atau sebagai perempuan, namun memiliki identitas atau ekspresi gender yang berbeda dengan jenis kelaminnya. Sementara hermafrodit adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada hewan atau tanaman yang memiliki dua jenis kelamin berbeda dan bisa membuahi dirinya sendiri. Tentu saja interseks berbeda dengan hermafrodit karena interseks tidak memiliki dua jenis kelamin dan tidak bisa membuahi dirinya sendiri. Bukan hanya itu, penggunaan istilah hermafrodit juga dianggap tidak pantas diberikan pada manusia, karena istilah tersebut digunakan untuk binatang.

Permasalahan interseks: pemaksaan operasi “koreksi” kelamin!

Dalam sejarah awal medis modern, interseks dianggap “abnormal” dan harus disembuhkan dengan cara dioperasi. Genitalia seorang interseks akan dirombak sesuai kelamin perempuan atau laki-laki. Namun, operasi ini punya resiko besar, termasuk kemandulan, gangguan fungsi seksual, luka fisik permanen, hingga trauma emosional dan psikologis. Terlebih lagi kebanyakan operasi “koreksi” kelamin ini dilakukan pada anak interseks atas keputusan orang tua di usia anak yang masih dini dan tanpa persetujuan anak tersebut.

Apa pun bentuknya, operasi selalu memiliki resiko (atau efek samping). Pada operasi terhadap anak, ada resiko ekstra bahwa anestesia pada bayi di bawah usia 3 tahun dapat menyebabkan kekurangan neuro-kognitif permanen. Karena prosedur ini adalah untuk menyesuaikan estetika tubuh, dan bukan kebutuhan medis apa pun, sangat tidak masuk akal untuk membuat anak-anak ditempatkan pada posisi berisiko itu.

Operasi ini dapat menyebabkan jaringan parut luka permanen, kehilangan gairah seksual, kehilangan kesuburan, rasa nyeri kronis, dan salah diagnosis gender. Maksudnya, keadaan akan jadi lebih rumit ketika seorang dokter melakukan operasi pada bayi supaya membuatnya lebih mirip dengan “anak perempuan” pada umumnya. Namun, ternyata ketika tumbuh dewasa, sang anak mengidentifikasi dirinya sebagai anak laki-laki. Karenanya menjadi penting bagi orang tua dengan anak interseks untuk tidak langsung melakukan operasi “koreksi” pada anaknya dan menanti hingga anaknya melalui masa pubertas untuk melihat kecenderungan tubuh anak tersebut berkembang menjadi organ reproduksi perempuan atau laki-laki.

 

Oleh: NQ

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.