Udah pada pernah denger istilah HAM belom? Biasanya sih istilah HAM banyak didengar dari pemberitaan tentang pelanggaran HAM, bener ga? Nah tulisan kali ini akan bahas tentang pelanggaran HAM, sekalian juga masih dalam rangka memperingati Hari HAM di tanggal 10 Desember. Jadi, pelanggaran HAM itu apa sih?

Hak Asasi Manusia itu apa?

Berdasarkan Pembukaan Piagam Hak Asasi Manusia Indonesia vide Tap MPR No. XVII/MPR/1998, hak asasi manusia adalah hak-hak dasar yang melekat pada diri manusi asecara kodrati, universal, dan abadi sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa, meliputi hak untuk hidup, hak berkeluarga, hak mengembangkan diri, hak keadilan, hak kemerdekaan, hak-hak berkomunikasi, hak keamanan, dan hak kesejahteraan yang tidak boleh diabaikan atau dirampas oleh siapapun. Jadi, Hak Asasi Manusia itu mencakup segala hak dasar manusia sebagai makhluk hidup yang wajib dipenuhi oleh negara dalam tanggung jawabnya kepada warga negara. Dasar-dasar HAM tercantum dalam Piagam PBB, Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia, Pancasila, dan UUD 1945 Republik Indonesia, seperti pada pasal 27 ayat 1, pasal 28, pasal 29 ayat 2, pasal 30 ayat 1, dan pasal 31 ayat 1.

Terus, pelanggaran HAM itu termasuk apa?

Ada beberapa definisi tentang pelanggaran HAM. Di bawah ini adalah dua contoh di antaranya. Menurut Pasal 1 Angka 6 No. 39 Tahun 1999 yang dimaksud dengan pelanggaran hak asasi manusia adalah  setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk aparat negara, baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara hukum mengurangi, menghalangi, membatasi dan atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh undang-undang dan tidak mendapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyesalan hukum yang adil dan benar berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku.

Menurut UU No. 26 Tahun 2000 tentang pengadilan HAM, Pelanggaran HAM adalah setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja atau kelalaian yang secara hukum mengurangi, menghalangi, membatasi, dan atau mencabut Hak Asasi Manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh Undang-Undang ini, dan tidak didapatkan, atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar, berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku.

Jadi, pelanggaran HAM adalah semua tindakan pelanggaran kemanusiaan baik dilakukan oleh individu maupun oleh institusi negara atau institusi lainnya terhadap hak asasi individu lain tanpa ada dasar atau alasan yuridis dan alasan rasional.

Kalo ada pelanggaran HAM, harus ngapain?

Indonesia punya Komisi Nasional Hak Asasi Manusia alias Komnas HAM untuk tempat mengadu tiap kali ada kasus pelanggaran HAM. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM adalah sebuah lembaga mandiri di Indonesia yang kedudukannya setingkat dengan lembaga negara lainnya dengan fungsi melaksanakan kajian, perlindungan, penelitian, penyuluhan, pemantauan, investigasi, dan mediasi terhadap persoalan-persoalan hak asasi manusia. Komisi ini berdiri sejak tahun 1993 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 50 Tahun 1993, tentang Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. 

Tapi ternyata ga semua jenis kasus bisa dibantu oleh Komnas HAM. Terus, kasus kayak apa yang bakalan dibantu Komnas HAM?

Perbuatan pelanggaran HAM yang dapat diadukan ke Komnas HAM, sebagaimana diatur di dalam UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia adalah :

  1. Hak untuk hidup;
  2. Hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan;
  3. Hak mengembangkan diri;
  4. Hak memperoleh keadilan;
  5. Hak atas kebebasan pribadi;
  6. Hak atas rasa keamanan;
  7. Hak atas kesejahteraan;
  8. Hak turut serta dalam pemerintahan;
  9. Hak wanita;
  10. Hak anak.

Ada yang perlu disiapin ga untuk ngelapor ke Komnas HAM?

Berdasarkan ketentuan Prosedur Penanganan Pengaduan yang diberlakukan di Komnas HAM, pengaduan harus disampaikan dalam bentuk tertulis yang memuat dan dilengkapi dengan:

  1. Nama lengkap pengadu;
  2. Alamat rumah;
  3. Alamat surat apabila berbeda dengan alamat rumah;
  4. Nomor telepon tempat kerja atau rumah;
  5. Nomor faximili apabila ada;
  6. Rincian pengaduan, yaitu apa yang terjadi, lokasi kejadian, waktu kejadian, siapa yang terlibat, nama-nama saksi;
  7. Fotocopy berbagai dokumen pendukung yang berhubungan dengan peristiwa yang diadukan;
  8. Fotocopy identitas pengadu yang masih berlaku (KTP, SIM, Paspor);
  9. Bukti-bukti lain yang menguatkan pengaduan;
  10. Jika ada, institusi lain yang kepadanya telah disampaikan pengaduan serupa;
  11. Apakah sudah ada upaya hukum yang dilakukan;
  12. Dalam hal pengaduan oleh pihak lain, maka pengaduan harus disertai dengan persetujuan

Komnas HAM ada dimana sih?

Kalo semua dokumen itu udah lengkap bisa dikirim ke Komnas HAM dengan beberapa cara yang bisa dipilih dari yang paling memudahkan:

  1. Diantar langsung ke Komnas HAM: Jalan Latuharhary No. 4B, Menteng Jakarta Pusat 10310
  2. Dikirim melalui jasa pos atau kurir
  3. Dikirim melalui faximili ke nomor : 021-3925227;
  4. Dikirim melalui e-mail ke pengaduan@komnasham.go.id atau pengaduan@komnasham.go.id

http://satulayanan.id/layanan/index/102/pengaduan-pelanggaran-ham/komnas-ham

 

Oleh: NQ

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.